Efisiensi, Pengembangan Jalan Nasional-Tanjung Mompang Di APBD 2025 Dicoret

1 day ago 7
Sumut

6 Januari 20266 Januari 2026

Efisiensi, Pengembangan Jalan Nasional-Tanjung Mompang Di APBD 2025 Dicoret

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

PANYABUNGAN (Waspada.id): Anggaran untuk peningkatan jalan yang menghubungkan Jalan Nasional dengan Desa Tanjung Mompang dan Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, yang telah masuk dalam APBD Tahun Anggaran (TA) 2025, akhirnya dicoret akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Bahkan untuk TA 2026, tidak ada alokasi anggaran fisik dari bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kecuali Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk wilayah Pantai Barat serta bonus produksi PT. SMGP.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dapil 5 dari Fraksi Hanura, Zainal Arifin Simbolon (foto), yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Madina, melalui pesan WhatsApp pada Selasa malam (06/01).

“Kita akan ikut mendesak Bupati/Wakil Bupati agar jalan yang sekitar 4-5 Km tersebut segera ditingkatkan,” ujarnya.

Jalan sepanjang 4-5 kilometer tersebut belum pernah mendapatkan pengecoran aspal hotmix secara menyeluruh selama lebih dari 20 tahun.

Ratusan kepala keluarga dan ribuan warga mengharapkan Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, SH.MM, segera mencari solusi untuk memperbaiki kondisi jalan yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat.

Kepala Camat Panyabungan Utara, Adi Melpery SH.MH, mengkonfirmasi bahwa pihaknya tengah menyusun proposal pengusulan peningkatan jalan untuk diserahkan kepada Bupati.

“Insya Allah kita sedang buat proposalnya untuk diserahkan kepada Bupati,” ujarnya di ruang kerjanya pada hari yang sama.

Lurah Mompang Jae, Faisal Hasibuan, menambahkan bahwa jalan tersebut telah sering diusulkan ke tingkat pemerintah kabupaten dan DPRD.

“Belum ada rezeki warga, mungkin di tahun 2026 ini akan terwujud, sebab camat juga telah turun langsung melihat keadaan jalan,” katanya.

Menurut salah satu warga, Bayo Hasibuan, pengusulan perbaikan jalan sudah dilakukan berkali-kali sejak 20 tahun lalu melalui berbagai kanal, termasuk Bupati, DPRD Dapil 5, dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten. Namun hanya 1 kilometer yang pernah ditingkatkan dan kini sudah rusak kembali.

“Seingat kami sudah lebih 20 tahun lalu pernah sejumlah titik di aspal dengan Lapen, setelah itu tidak pernah lagi meskipun berkali-kali kami usulkan,” ujarnya saat bersama lurah dan camat meninjau kondisi jalan.

Ia menyampaikan bahwa meskipun dua orang putra Kelurahan Mompang Jae telah menjadi anggota DPRD Madina, kondisi jalan tetap tidak mengalami perbaikan yang signifikan.

Warga mengucapkan terima kasih kepada lurah dan camat yang telah bersedia mengusulkan permasalahan jalan tersebut kepada Bupati.(id100)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |