Dunia Kerja Berubah, Karyawan Sudah Rasakan Dampaknya

5 hours ago 6
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) sudah mulai mengubah kebiasaan masyarat sehari-hari, termasuk di dunia kerja. Untuk pertama kalinya, perusahaan analitik dan konsultasi manajemen global, Gallup, melaporkan setengah pekerja dewasa di Amerika Serikat (AS) menggunakan AI setidaknya beberapa kali selama setahun, naik dari 46% pada kuartal sebelumnya.

Penggunaan AI secara berkala juga mengalami peningkatan, dengan 13% karyawan mengaku menggunakan AI setiap hari, serta 28% menggunakannya beberapa kali dalam seminggu.

Tingkat adopsi AI di perusahaan juga meningkat, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat. Sebanyak 41% persen karyawan mengatakan perusahaan mereka telah mengintegrasikan teknologi atau tool AI untuk meningkatkan praktik organisasi, naik tiga poin dari kuartal sebelumnya.

Survei Gallup pada 4-19 Februari 2026 terhadap 23.717 karyawan AS menunjukkan bahwa meningkatnya kehadiran AI mulai membentuk kembali dinamika tempat kerja.

Perubahan Tenaga Kerja di Era AI

Karyawan di perusahaan yang telah mengadopsi AI lebih cenderung melaporkan perubahan, baik yang bersifat positif maupun negatif di sektor tenaga kerja. Karyawan yang sering menggunakan AI mengatakan tool tersebut meningkatkan produktivitas mereka, meskipun dampaknya ke cara kerja kolektif di sebuah perusahaan masih terbatas.

Sebanyak 27% karyawan di perusahaan yang mengadopsi AI mengatakan tempat kerja mereka telah berubah secara signifikan atau sangat signifikan dalam setahun terakhir. Sebagai perbandingan, 17% karyawan di perusahaan yang belum mengadopsi AI melaporkan tingkat perubahan yang sama.

Perubahan ini tampaknya terkait erat dengan perubahan komposisi tenaga kerja. Karyawan di organisasi yang mengadopsi AI lebih cenderung melaporkan ekspansi dan pengurangan [tenaga kerja].

Dibandingkan dengan karyawan di organisasi yang belum menerapkan AI, mereka lebih sering mengatakan bahwa perusahaan mereka merekrut orang baru dan memperluas jumlah tenaga kerja (34% vs. 28%) atau memberhentikan karyawan dan mengurangi jumlah tenaga kerja (23% vs. 16%).

Perubahan jumlah pekerja yang mendasar lebih menonjol di organisasi yang telah mengadopsi AI, terutama di antara perusahaan kecil dan menengah.

Pola kepegawaian berdasarkan penggunaan AI berbeda di perusahaan-perusahaan besar. Karyawan di organisasi yang mengadopsi AI dengan jumlah karyawan 10.000 atau lebih sedikit, lebih cenderung melaporkan pengurangan jumlah karyawan (33%) daripada ekspansi (30%).

Hal ini kontras dengan perusahaan dengan jumlah karyawan 10.000 atau lebih yang belum mengadopsi AI. Di organisasi-organisasi ini, 36% melaporkan perekrutan dan perluasan tenaga kerja dibandingkan dengan 23% yang melaporkan pengurangan.

Perubahan tenaga kerja di dalam perusahaan besar dapat membentuk persepsi publik tentang dampak AI terhadap pekerjaan.

Kekhawatiran pekerja tentang hilangnya pekerjaan telah meningkat seiring dengan perluasan adopsi AI dan pergeseran dinamika perusahaan. Sebanyak 18% dari seluruh karyawan AS mengatakan sangat atau agak mungkin pekerjaan mereka akan dihilangkan dalam 5 tahun ke depan karena AI atau otomatisasi.

Di antara karyawan yang bekerja di organisasi yang telah mengadopsi AI, angka tersebut meningkat menjadi 23%.

Peningkatan Produktivitas Masih di Level Individu

Di dalam perusahaan yang mengimplementasikan AI, sebanyak 65% karyawan mengatakan AI telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Sebanyak 16% mengatakan efeknya positif, meskipun ada juga yang menyebut dampak negatif adopsi AI di dunia kerja.

Pengguna AI aktif cenderung merasakan peningkatan produktivitas dan sepertinya akan terus menggunakan AI untuk mendorong hasil kerja maksimal. Mereka mengaku AI membantu menyelesaikan beberapa tugas spesifik secara lebih efisien, seperti menyusun draf penulisan konten, merangkum informasi, dan mengumpulkan ide.

Namun, keuntungan penggunaan AI di dunia kerja lebih berfokus di level kerja individu ketimbang penggunaan yang lebih luas pada sistem alur kerja secara keseluruhan. Hanya 1 dari 10 karyawan di perusahaan yang mengadopsi AI yang sepakat bahwa AI telah membawa transformasi besar-besaran dari segi bagaimana pekerjaan diselesaikan di perusahaan mereka.

Temuan ini konsisten dengan bukti empiris dari studi tingkat perusahaan di AS, Inggris, Jerman, dan Australia, yang menunjukkan bahwa para kepala eksekutif melaporkan dampak minimal AI terhadap produktivitas selama tiga tahun terakhir.

Kesenjangan antara produktivitas individu dan tingkat perusahaan yang dilaporkan menunjukkan bahwa meskipun AI membantu banyak karyawan bekerja lebih efisien, banyak organisasi belum secara fundamental mendesain ulang alur kerja, peran, atau proses di sekitar AI.

AI Berguna untuk Bos-bos Perusahaan

Pengalaman para karyawan dengan AI, menurut laporan Gallup, ditentukan oleh tipe pekerjaan yang mereka lakukan. Di antara karyawan yang menggunakan AI setidaknya beberapa kali setahun atau lebih, kebanyakan memegang jabatan di level kepemimpinan. Mereka merasakan peningkatan produktivitas.

Sebanyak 21% pekerja yang memegang peran kepemimpinan melaporkan dampak positif terhadap pekerjaan mereka, dibandingkan 13% staf biasa.

Perbedaan ini merefleksikan tool AI yang lebih berguna pada level pemimpin manajerial. Para pemimpin lebih cenderung bekerja dalam peran berbasis pengetahuan dan berkemampuan jarak jauh, di mana mereka dapat menerapkan tool AI untuk tugas-tugas seperti analisis, komunikasi, dan perencanaan.

Perbedaan juga muncul di berbagai kategori pekerjaan. Di antara karyawan yang melaporkan penggunaan AI, pekerja perawatan kesehatan dan karyawan dalam peran teknis dan profesional menonjol sebagai pemimpin awal dalam peningkatan produktivitas yang dilaporkan.

Sebaliknya, pekerja dalam peran layanan dan peran dukungan administrasi kantor lebih cenderung mengatakan bahwa AI memiliki sedikit atau tidak ada efek. Bahkan, tak jarang yang mengatakan AI memiliki efek negatif pada produktivitas mereka.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |