Sekda Yusrizal ST. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
KUTACANE (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Sekretaris Daerah memberikan klarifikasi resmi terkait isu dugaan penimbunan logistik bantuan yang viral di media sosial. Isu tersebut disebut tidak sesuai fakta dan berpotensi menyesatkan publik.
Sekda Aceh Tenggara, Yusrizal ST menegaskan bahwa tudingan adanya bantuan yang sengaja ditahan atau ditimbun di gudang logistik BPBD merupakan informasi keliru alias hoaks.
Menurut Sekda, tumpukan logistik yang terlihat di gudang merupakan kondisi wajar, mengingat tingginya intensitas bantuan yang masuk setiap hari dari berbagai pihak, baik donatur lokal maupun dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami tegaskan, tidak ada penimbunan logistik. Barang di gudang memang terlihat banyak karena setiap hari ada bantuan masuk. Namun, seluruh logistik tersebut bergerak secara dinamis, keluar dan masuk sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Sekda kepada Waspada.id, pada Senin (19/1).
Sekda menjelaskan, penyaluran bantuan kebutuhan bahan pangan dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari para camat di wilayah terdampak. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan distribusi logistik tepat sasaran, sesuai kebutuhan riil di posko pengungsian maupun masyarakat terdampak di lapangan.
“Publik harus memahami, selama keadaan darurat bencana masih diberlakukan di suatu kabupaten/kota maka gudang logistik BPBD wajib tersedia stok dalam jumlah yang memandai sesuai dengan peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana nomor 23 tahun 2014, tentang standarisasi logistik penangulanggan bencana (Bab VI pasal 10 s/d 14),” paparnya.
Oleh karena itu, sambung Sekda, dalam situasi darurat bencana tindakan mempertahankan gudang logistik tetap terisi dalam jumlah yang wajar bukan tindakan haram atau dosa.
Sekda menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan tugas kemanusiaan secara transparan dan bertanggung jawab. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami berharap semua pihak tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan disinformasi. Pemkab Agara terus bekerja maksimal dan terbuka dalam melayani masyarakat terdampak bencana,” tegas Sekda. (id80)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































