Dongkrak Efisiensi, Industri Garmen Mulai Adopsi Mesin Jahit AI

5 hours ago 5
Ekonomi

18 April 202618 April 2026

Dongkrak Efisiensi, Industri Garmen Mulai Adopsi Mesin Jahit AI

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Industri garmen nasional mulai memasuki babak baru dengan mengadopsi mesin jahit berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini dinilai mampu mendorong efisiensi produksi sekaligus meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif di pasar global.

Marketing General Manager PT Brothersindo Saudara Sejati, Pratama Tanada, mengungkapkan bahwa penggunaan mesin jahit AI kini bukan lagi hal baru di kalangan produsen besar.

“Hampir semua pabrik garmen skala besar di Indonesia sudah mulai menggunakan mesin jahit dengan teknologi AI,” ujarnya saat ditemui di pameran tekstil Indo Intertex dan Inatex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dilansir dari investor.id, Sabtu (18/4).

Menurutnya, kebutuhan terhadap teknologi AI di industri garmen terus meningkat seiring tuntutan efisiensi dan kualitas. Dengan bantuan AI, proses produksi dapat berjalan lebih cepat dan presisi, sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Sementara itu, Direktur Hikari, Wu Liang Jie, menjelaskan bahwa teknologi AI pada mesin jahit modern mampu meningkatkan efisiensi hingga 120 persen. Salah satu keunggulannya adalah kemudahan dalam menyesuaikan pengaturan mesin saat terjadi pergantian jenis kain.

“Kalau sebelumnya operator membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengatur ulang mesin saat berganti dari kain tebal ke tipis, kini cukup menekan panel, dan mesin akan menyesuaikan secara otomatis,” jelasnya.

Tak hanya itu, mesin jahit terbaru juga dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT). Dengan fitur ini, pengaturan dapat dilakukan secara terpusat, sehingga ratusan hingga ribuan mesin dapat disinkronkan hanya dengan satu kali setting.

“Bayangkan jika semua mesin harus diatur satu per satu secara manual, tentu akan memakan waktu. Dengan IoT, cukup sekali pengaturan untuk seluruh mesin,” tambah Wu.

Selain efisiensi waktu, teknologi ini juga menghadirkan berbagai nilai tambah lain, seperti hasil jahitan yang lebih rapi, minim kerutan, serta mengurangi risiko benang putus selama proses produksi.

Lebih jauh, sistem IoT juga memungkinkan pemantauan data produksi secara real-time, mulai dari waktu produksi hingga jumlah output yang dihasilkan.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, adopsi mesin jahit berbasis AI diyakini akan menjadi kunci bagi industri garmen Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |