Dirut PLN Raih Green Leadership, PLN Sabet 11 PROPER Emas 2025

5 hours ago 3
Ekonomi

Dirut PLN Raih Green Leadership, PLN Sabet 11 PROPER Emas 2025 Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan), disaksikan oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (kiri) pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 di Jakarta, Selasa (7/4).

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Direktur Utama Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ia meraih penghargaan Green Leadership PROPER 2025, sekaligus menjadi kali ketiga penghargaan tersebut diraih dalam ajang Anugerah Lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Tak hanya itu, di bawah kepemimpinannya, PT PLN (Persero) juga memborong 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau sepanjang 2025. Capaian ini menegaskan komitmen PLN dalam menjalankan transformasi bisnis berbasis keberlanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi kontribusi para pemimpin perusahaan dalam mendorong praktik industri yang ramah lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan perusahaan yang telah berkontribusi dalam efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Hanif dalam acara yang digelar di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurutnya, program PROPER kini menjadi kompas penting bagi dunia usaha dalam menerapkan prinsip ekonomi hijau, sekaligus mendorong pelaku industri untuk melampaui standar kepatuhan lingkungan.

Di sisi lain, Darmawan menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan dorongan untuk mempercepat transformasi energi bersih di tubuh PLN.

“Bagi PLN, PROPER bukan hanya soal compliance, tetapi akselerasi transformasi. Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang andal sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Selama lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), menekan emisi, serta mengoptimalkan pengelolaan limbah bernilai ekonomi. Upaya ini membuahkan hasil signifikan, dengan penurunan emisi dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025.

Di sektor energi bersih, kapasitas pembangkit EBT PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW). Sementara itu, pengembangan pembangkit berbasis gas juga meningkat dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

PLN juga menjadi pionir dalam pengembangan hidrogen hijau. Sejak 2023, perusahaan telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang, Jakarta, serta GHP berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara di PLTP Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Saat ini, fasilitas GHP PLN telah tersebar di 22 lokasi dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun. Ke depan, hidrogen hijau ini akan dimanfaatkan untuk co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, hingga kebutuhan industri.

Darmawan menegaskan, berbagai inisiatif tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa transformasi energi ini juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan nasional,” pungkasnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |