Desember Datang, Ini Keajaiban Langit di Malam Hari Jelang Akhir Tahun

8 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulan terakhir di tahun 2025 akan menyajikan pertunjukan langit yang spektakuler. Mulai dari fenomena Supermoon yang memukau hingga hujan meteor "terbaik" tahun ini, Desember siap memanjakan para pengamat langit di seluruh dunia.

Bagi Anda penggemar astronomi atau sekadar ingin menikmati pemandangan langit malam yang indah, berikut adalah deretan fenomena langit wajib dicermati pada Desember 2025:

Supermoon "Cold Moon" (4-5 Desember)

Langit malam akan diterangi oleh bulan purnama terakhir tahun ini yang juga merupakan sebuah Supermoon. Fenomena ini diprediksi akan menghiasi langit pada malam tanggal 4 hingga 5 Desember.

Pada saat itu, bulan akan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena berada di titik orbit terdekatnya dengan Bumi. Jaraknya diperkirakan sekitar 17.000 mil lebih dekat dibandingkan rata-rata jarak biasanya.

Bulan purnama di Desember ini secara tradisional dikenal sebagai "Cold Moon" atau Bulan Dingin, sebuah nama yang merujuk pada kedatangan udara dingin Arktik.

Nama lain untuk fenomena ini termasuk "Winter Maker Moon" dan "Long Night Moon", yang menandakan malam-malam panjang di musim dingin.

Yerai Garcia, 31, bermain dengan anjingnya Greta saat bulan purnama, yang dikenal sebagai Foto: REUTERS/Borja Suarez

Puncak Hujan Meteor Geminid (13-14 Desember)

Jangan lewatkan fenomena utama bulan ini: Hujan Meteor Geminid. Ini digadang-gadang sebagai salah satu hujan meteor terbaik sepanjang tahun.

Puncaknya akan terjadi pada malam Sabtu, 13 Desember, hingga dini hari Minggu, 14 Desember. Di lokasi yang gelap dan jauh dari polusi cahaya, pengamat berpotensi melihat lebih dari 100 meteor per jam.

Berbeda dengan kebanyakan hujan meteor lainnya, Geminid sudah mulai terlihat sejak awal malam, menjadikannya tontonan yang ramah bagi keluarga.

Waktu pengamatan terbaik adalah setelah pukul 10 malam waktu setempat saat titik radian naik tinggi di langit, hingga sebelum pukul 2 pagi saat bulan mulai terbit dan menerangi langit.

 Freepik)Foto: Ilustrasi hujan meteor. (Dok: Freepik)

Titik Balik Matahari atau Solstis (21 Desember)

Secara astronomis, tanggal 21 Desember pukul 10:03 a.m. ET (atau sekitar pukul 22:03 WIB) menandai titik balik matahari Desember (December Solstice).

Bagi belahan bumi utara, ini adalah awal resmi musim dingin astronomis, yang juga berarti hari terpendek dan malam terpanjang dalam setahun. Sebaliknya, bagi belahan bumi selatan, tanggal ini menandai dimulainya musim panas.

Hujan Meteor Ursid (21-22 Desember)

Tahun 2025 akan ditutup dengan Hujan Meteor Ursid. Fenomena ini mencapai puncaknya pada malam tanggal 21-22 Desember, tepat setelah solstis.

Meskipun skalanya lebih kecil dibanding Geminid-biasanya menghasilkan sekitar 10 meteor per jam-Ursid tetap layak dinantikan sebagai penutup rangkaian fenomena langit tahun ini. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah larut malam hingga menjelang subuh.

Setelah Ursid, langit akan relatif sepi dari hujan meteor besar hingga April mendatang, menjadikannya kesempatan terakhir yang sayang untuk dilewatkan.

-

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |