Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan Stasiun MRT Monas dilakukan jauh di bawah permukaan tanah. Demi pembangunan moda transportasi baru di pusat Jakarta itu, pengerjaan konstruksi dilakukan hingga kedalaman hingga belasan meter di bawah tanah, sementara jalur antarstasiun dibangun menggunakan mesin Tunnel Boring Machine (TBM).
Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina menjelaskan area yang digali secara terbuka hanya berada di lokasi pembangunan stasiun, yakni Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin. Sementara jalur yang menghubungkan kedua stasiun dikerjakan dengan metode pengeboran bawah tanah sehingga meminimalkan gangguan di permukaan.
"Ya, jadi stasiun Monas sendiri ini kita kurang lebih panjangnya ya di angka 220 meter. Kemudian untuk kedalamannya itu kurang lebih di minus... kedalaman area keretanya, peronnya, itu di minus 15 sampai 18 meter gitu," kata Weni di proyek MRT Monas, Rabu (22/7/2026).
Luas area penggalian stasiun mencapai sekitar 220 meter dengan lebar bervariasi antara 22 hingga 24 meter. Adapun konstruksi terowongan di luar area stasiun dilakukan menggunakan TBM tanpa perlu membongkar seluruh permukaan jalan.
"Kalau yang dibor... jadi kita melakukan kalau titik stasiun kita gali ya ekskavasi itu titik Thamrin dan titik Monas panjangnya kurang lebih 200 tadi 220 meter. Untuk area pengeboran itu sisanya. Jadi yang in between stasiun itu kita lakukan dengan pengeboran dengan metode Tunnel Boring Machine," sebut Weni.
Weni memastikan pengeboran tidak dilakukan tepat di bawah Monumen Nasional. Jalur maupun area stasiun telah dirancang agar tidak mengenai struktur utama ikon Jakarta tersebut, sekaligus tetap menjaga kawasan cagar budaya di sekitarnya.
"Di bawah monumen tidak kena," ujarnya.
Selama proses pembangunan bawah tanah, MRT Jakarta juga melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga kondisi jalan di atasnya tetap aman. Penguatan tanah hingga pemantauan pergerakan permukaan dilakukan secara berkala agar tidak terjadi penurunan tanah selama proses penggalian berlangsung.
"Jadi dalam kami membangun di bawah tanah, menggali, tentu area atas itu tetap kami perhatikan jalanan supaya tidak terjadi apa penurunan dan lain sebagainya. Itu bagian dari tanggung jawab dengan kontraktor pelaksananya dan mereka juga telah melakukan beberapa mitigasi seperti mereka membuat sebuah pengukuran gitu ya di area yang akan dibangun. Kemudian mereka juga memperkuat tanahnya supaya tidak terjadi pergerakan tanah yang signifikan ketika menggali di bawah."
Suasana aktivitas pekerja saat pengerjaan proyek MRT Fase 2A di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Suasana aktivitas pekerja saat pengerjaan proyek MRT Fase 2A di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
Addsource on Google

6 hours ago
7

















































