Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
03 August 2026 20:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas masyarakat dunia ternyata tidak yakin negaranya sedang bergerak menuju arah yang benar. Dari 30 negara yang disurvei, hanya tujuh negara yang memiliki tingkat optimisme di atas 50%.
Menariknya, enam dari tujuh negara tersebut berada di Asia. Singapura menjadi negara dengan masyarakat paling optimistis, sementara Prancis berada di posisi paling bawah.
Temuan tersebut berasal dari Ipsos Global Opinion Polls 2026 yang dilansir dari Visual Capitalist. Survei ini melibatkan 25.709 responden berusia 16-74 tahun di 30 negara.
Responden diminta menilai apakah negara mereka sedang bergerak ke arah yang benar atau justru sebaliknya. Secara global, hanya 41% responden yang merasa negaranya berada di jalur yang benar, sedangkan 59% berpandangan negaranya bergerak ke arah yang salah.
Enam Negara Asia Kuasai Peringkat Teratas
Asia terlihat paling menonjol dalam hasil survei tersebut. Singapura menduduki posisi teratas dengan 86% responden menilai negaranya bergerak ke arah yang benar. Hanya 14% yang memiliki pandangan sebaliknya.
Malaysia menyusul dengan tingkat optimisme sebesar 74%, kemudian India 69%. Thailand dan Indonesia sama-sama mencatatkan angka 62%, sedangkan Korea Selatan mencapai 58%.
Argentina menjadi satu-satunya negara di luar Asia yang mayoritas respondennya masih memiliki pandangan positif terhadap arah negaranya. Sebanyak 55% responden Argentina menilai negaranya bergerak ke arah yang benar.
Dengan demikian, hanya Singapura, Malaysia, India, Thailand, Indonesia, Korea Selatan, dan Argentina yang memiliki tingkat optimisme di atas 50%.
Masyarakat Indonesia Masih Cukup Optimis
Indonesia masuk dalam kelompok negara dengan masyarakat paling optimistis. Sebanyak 62% responden menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar, sedangkan 38% lainnya merasa Indonesia berada di jalur yang salah.
Tingkat optimisme Indonesia sama dengan Thailand. Angkanya hanya berada di bawah Singapura, Malaysia, dan India, sekaligus 21 poin persentase lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 41%.
Indonesia juga menjadi salah satu dari sedikit negara yang mampu mempertahankan dukungan mayoritas terhadap arah negaranya. Sebab, di 23 dari 30 negara yang disurvei, jumlah responden yang merasa negaranya bergerak ke arah yang salah justru lebih besar.
Visual Capitalist menilai posisi Indonesia sebagai salah satu pasar berkembang terbesar dunia dapat ikut menopang kepercayaan tersebut.
Namun, hasil ini menggambarkan persepsi umum responden mengenai arah negara. Survei tersebut tidak secara khusus mengukur kepuasan terhadap pemerintah ataupun hanya menilai kondisi ekonomi.
Optimisme Langsung Turun Setelah Tujuh Besar
Setelah tujuh negara teratas, tidak ada lagi negara yang tingkat optimismenya mencapai 50%.
Chile berada tepat di bawah batas mayoritas dengan 48% responden menilai negaranya bergerak ke arah yang benar. Kolombia mencatatkan angka 46%, Kanada 45%, Australia 44%, Polandia 43%, dan Irlandia 42%.
Jepang hanya mencatatkan tingkat optimisme sebesar 41%, sama dengan rata-rata dunia. Padahal, negara-negara Asia lainnya mendominasi posisi teratas.
Amerika Serikat bahkan berada sedikit di bawah rata-rata global. Hanya 40% responden AS yang menilai negaranya bergerak ke arah yang benar, sedangkan 60% lainnya memiliki pandangan sebaliknya.
Israel dan Meksiko sama-sama mencatatkan tingkat optimisme sebesar 36%. Brasil menyusul dengan 34%.
Eropa Mendominasi Posisi Terbawah
Jika Asia menguasai peringkat atas, sejumlah negara Eropa justru berkumpul di papan bawah.
Belanda mencatatkan tingkat optimisme sebesar 32%. Swedia, Spanyol, dan Italia sama-sama berada di angka 31%, sedangkan Belgia hanya mencapai 30%.
Kondisinya lebih rendah di Jerman dan Hungaria yang sama-sama mencatatkan angka 23%. Di Inggris Raya, hanya 21% responden yang merasa negaranya bergerak ke arah yang benar.
Peru berada di posisi kedua terbawah dengan tingkat optimisme hanya 15%. Sebanyak 85% respondennya menilai negara tersebut bergerak ke arah yang salah.
Prancis menjadi negara dengan tingkat kepercayaan paling rendah. Hanya 10% responden Prancis yang menilai negaranya berada di jalur yang benar, sedangkan 90% lainnya merasa negara tersebut bergerak ke arah yang salah.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)

6 hours ago
4















































