China Menggila, Serangan Penuh Ditujukan ke Amerika

12 hours ago 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok peretas asal China dilaporkan telah mengakses email staf komite-komite strategis di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui insiden tersebut.

Kelompok peretas yang disebut Salt Typhoon disebut berhasil menembus sistem email milik staf Komite DPR untuk Urusan China serta pembantu di komite yang menangani urusan luar negeri, intelijen, dan layanan bersenjata. Laporan tersebut tidak merinci nama-nama staf yang menjadi target, demikian dikutip dari Reuters, Jumat (9/1/2026).

Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan itu secara independen. Juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu, menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi tanpa dasar. Sementara itu, FBI menolak berkomentar, dan Gedung Putih serta kantor empat komite terkait belum menanggapi permintaan klarifikasi.

Sumber Financial Times menyatakan hingga kini belum jelas apakah email para anggota Kongres juga berhasil diakses dalam insiden yang terdeteksi pada Desember lalu.

Selama ini, anggota parlemen AS dan para staf yang membidangi pengawasan terhadap militer dan intelijen menjadi sasaran utama operasi spionase siber. Laporan dugaan peretasan terhadap infrastruktur komunikasi legislatif muncul secara berkala.

Pada November lalu, sejumlah kantor Senat diberitahu mengenai insiden siber terpisah, di mana peretas diduga mengakses komunikasi antara Congressional Budget Office dan beberapa kantor Senat. Pada 2023, Washington Post juga melaporkan dua anggota senior Kongres menjadi target operasi peretasan yang dikaitkan dengan Vietnam.

Salt Typhoon dikenal sebagai kelompok yang mengguncang komunitas intelijen AS. Mereka diduga bekerja untuk intelijen China dan mengincar data komunikasi telepon serta percakapan yang disadap, termasuk percakapan pejabat senior pemerintah AS.

China secara konsisten membantah terlibat dalam praktik spionase tersebut.

Awal tahun lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada peretas yang diduga bernama Yin Kecheng dan perusahaan Sichuan Juxinhe Network Technology karena dianggap terkait dengan operasi Salt Typhoon.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |