Susi Setiawati, CNBC Indonesia
12 January 2026 08:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Masuk pekan kedua Januari 2026, ada beberapa emiten yang siap mencairkan dividen ke investor. Siap-siap dompet makin tebal dari kado dividen awal tahun.
Sejumlah emiten sudah mulai memasuki fase pembayaran dividen, mereka adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dijadwalkan membayarkan dividen pada 14-15 Januari 2026..
Di luar dari emiten itu, pencairan dividen akan dijadwalkan di atas 20 Januari 2026, mereka adalah PT Roda Vivatex Tbk (RDTX), PT Soho Global Health Tbk (SOHO), PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA),
Perlu dicatat bahwa mayoritas saham tersebut telah melewati masa cum date-nya sejak akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026, sehingga investor yang baru masuk setelah tanggal tersebut tidak lagi memperoleh hak dividen.
Namun, masih ada satu satu emiten yang masih belum melewati cum date dividen, yaitu PT Pinago Utama Tbk (PNGO). Batas saham yang bisa dibeli dengan hak dividen tercatat sampai 14 Januri 2026. Berikut rinciannya :
Jika ditinjau dari sisi imbal hasil, beberapa saham dalam daftar tersebut ada yang menawarkan yield cukup atraktif. Meski terlihat menarik, investor tetap perlu berhati-hati.
Yield yang tinggi tidak selalu mencerminkan peluang aman, karena ada risiko dividend trap, yakni kondisi ketika harga saham terkoreksi signifikan setelah ex date sehingga potensi keuntungan dari dividen justru tergerus oleh penurunan harga saham.
Karena itu, dividend yield sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan. Investor disarankan untuk tetap mengecek kinerja fundamental emiten, konsistensi laba, serta rekam jejak pembagian dividen, agar strategi berburu dividen tetap sejalan dengan manajemen risiko yang sehat.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)

3 hours ago
2
















































