Bupati Pidie: Air Kuning Jangan Ikut Jujur, Perumdam Harus Total Berbenah

1 day ago 7

SIGLI (Waspada.id): Prosesi antar tugas Direktur baru Perumdam Tirta Mon Krueng Baro, Selasa (6/1), awalnya berjalan serius, sampai akhirnya Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH., MH., memberi “kuliah kilat warna air.”

Dengan nada seloroh, ia mewanti-wanti, air kuning cukup di sungai, jangan ikut-ikut sampai ke rumah warga, membuat acara itu berubah hangat dan penuh tawa, tetapi pesannya bening. Perumdam harus berbenah total.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH, MH secara resmi mengantar tugas Direktur baru Perumdam Tirta Mon Krueng Baro, Sri Wahyuza, S.Pd, untuk masa jabatan 2025–2030.

Wahyu, menggantikan Plt Direktur sebelumnya Ramadhan S.Sos, sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan dari Plt Direktur Ramadhan. Prosesi serah terima berlangsung di Kantor Perumdam Tirta Mon Krueng Baro, Kabupaten Pidie, disaksikan jajaran pejabat daerah, dewan pengawas, manajemen, 54 karyawan perusahaan, unsur Forkopimda, mitra, serta stakeholder terkait.

Direktur baru Perumdam Tirta Mon Krueng Baro, Sri Wahyuza, menyampaikan komitmen pembenahan layanan di hadapan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah dan jajaran, Selasa (6/1). Waspada.id/Muhammad Riza

Acara yang awalnya berlangsung formal mendadak berubah cair bak air galon bocor di lantai kantor, saat bupati menyelipkan humor tajam namun sarat makna, terutama ketika menyinggung persoalan kualitas air dan tata kelola layanan Perumdam.

Sejak awal sambutannya, Bupati H Sarjani sudah mengundang perhatian hadirin dengan gaya khas ceplas-ceplos. Ia menegaskan bahwa pembenahan Perumdam harus dilakukan total, dari pelayanan, distribusi, tata kelola aset, hingga mutu air minum.

Namun, arahan itu disampaikan dengan bumbu humor yang membuat ruangan riuh rendah, seolah rapat direksi mendadak disulap jadi panggung stand-up comedy eksekutif kelas daerah.

Bagian paling menghibur sekaligus “mencubit” adalah saat bupati menyinggung soal kejujuran dalam pelayanan. Ia menegaskan bahwa kejujuran harus proporsional, bahkan ia membuat “dikotomi lucu” antara iuran dan air sungai.

“Yang wajib jujur itu pengutipan iuran, jangan kurang, jangan lebih. Tapi kalau air dari sungai keruh warnanya kuning, jangan kalian jujur kali sampai di rumah warga pun kuning juga!” ujarnya sambil tertawa, disambut gelak hadirin.

Tidak berhenti di situ, lalu H Sarjani memperjelas maksudnya dengan analogi yang makin mengocok perut. “Kalau air sungai kuning, keruh, berlumpur, lalu sampai ke rumah warga tetap kuning juga, itu jujur, tapi jujur yang bikin mandi serasa lulur massal rebus mie! Saya mau, kuningnya cukup di sungai. Begitu masuk pipa, lewat instalasi, sampai ke pelanggan, airnya harus jernih, layak minum. Kalau tidak, kalian ini bukan Perumdam lagi, tapi perusahaan air kolak, mandi pun serasa menu berbuka komunal,” selorohnya, membuat pejabat dan pegawai tertawa sambil mengangguk antara tersindir dan terhibur.

Bupati H Sarjani juga sempat menawarkan “solusi darurat bernada bisnis” jika Perumdam gagal berbenah. “Kalau air masih kuning juga, jangan dites ke saya, nanti saya sahkan jadi produk unggulan daerah. Air Kunyit Mon Premium Edition. Kita botolkan, kita branding, jadi minuman official BUMD herbal nusantara pula!” katanya, membuat suasana serah terima mirip launching produk minuman kekinian, bukan lagi rapat BUMD.

Direktur baru Sri Wahyuza, yang kini disebut berlatar pengusaha, menjawab dengan spontan dan tidak kalah menghibur. “Siap Pak Bupati. Kami akan jujur di iuran, kuningnya kami putihkan di perjalanan. Kalau perlu, kami filter pakai semangat keluarga dan kreativitas pengusaha,” jawab Sri, disambut tepuk tangan dan tawa kompak 54 karyawan.

Menutup arahannya, Bupati Sarjani kembali menyampaikan pesan yang tetap bernada humor, tetapi mengena tepat sasaran.

“Saya tidak mau Perumdam jadi perusahaan paling jujur air kuningnya, saya mau perusahaan paling jernih airnya. Kalau air jernih, pelanggan pasti nambah, rakyat nyaman, bupati pun bahagia. Kalau bupati bahagia, air pun ikut bahagia!” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Apriadi, S.Sos mengapresiasi sinergi yang selama ini berjalan antara Perumdam dan Pemkab Pidie, termasuk peran sosial perusahaan dalam situasi darurat bencana.

“Kami terus berkolaborasi, termasuk menghadirkan free water bagi korban banjir. Capaian ini harus dijaga dan ditingkatkan,” sebut Apriadi.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah dan Direktur baru Perumdam Tirta Mon Krueng Baro Sri Wahyuza berfoto bersama pejabat daerah, dewan pengawas, manajemen, dan 54 karyawan usai serah dokumen strategis, Selasa (6/1) di Sigli. Waspada.id/ Muhammad Riza

Dalam laporan evaluasi audit, Ramadhan Kahar memaparkan sejumlah rekomendasi prioritas pembenahan berdasarkan evaluasi BPKP dan BPK. Ia menyoroti lima aspek utama, terutama penurunan tingkat pelayanan dan kesiapan infrastruktur kualitas air.

Beberapa rekomendasi mendesak yang ia sampaikan antara lain. Penataan kembali aset yang tidak berfungsi, Penyusunan ulang SOP perusahaan, penerbitan Perbup pengadaan barang dan jasa, serta pemenuhan alat laboratorium untuk memastikan air yang disalurkan memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Momentum ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan Sri Wahyuza dalam membawa Perumdam Tirta Mon Krueng Baro menuju pembenahan total, transformasi pelayanan, dan penguatan distribusi air bersih berkualitas bagi masyarakat Pidie. (id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |