Bos Pengusaha Bongkar Lesunya Kondisi Pabrik Semen RI, Utilisasi Turun

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri semen nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih. Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) mencatat pertumbuhan industri yang masih terbatas, disertai penurunan utilisasi kapasitas yang cukup dalam.

"Utilisasi turun menjadi 53,9%. Jadi ini tantangan kita," ujar Ketua Umum ASPERSSI Lilik Unggul Raharjo dalam Halalbihalal ASPERSSI Selasa (14/4/2026). Sebagai informasi, ASPERSSI sebelumnya bernama ASI atau Asosiasi Semen Indonesia, efektif mengalami perubahan nama sejak Desember 2025 lalu.

Di tengah tekanan tersebut, pelaku industri juga mulai memperbarui kapasitas produksi nasional. Penyesuaian angka kapasitas dinilai penting untuk mencerminkan kondisi riil di lapangan.

"Untuk ke depannya kita akan pakai angka kapasitas yaitu 124,6 juta ton. Dan ini kemarin sudah dikonfirmasi oleh semua anggota," kata Lilik.

Di sisi permintaan, awal 2026 memberikan sedikit angin segar meski belum sepenuhnya mengembalikan kondisi seperti dua tahun sebelumnya. Kenaikan terjadi, namun belum cukup kuat untuk menutup gap historis.

"Kalau kita lihat Januari-Maret 2026 dibandingkan periode yang sama 2025 memang ada pertumbuhan. Tapi kalau dibandingkan 2024 masih di bawah. Ada pertumbuhan 5,3% dibandingkan tahun lalu," jelas Lilik.

Meski demikian, data tersebut masih dalam proses validasi internal untuk memastikan akurasi sebelum menjadi rujukan kebijakan dan pelaporan resmi.

Tekanan biaya logistik dan ketidakpastian global membuat sejumlah negara tujuan ekspor mulai menahan permintaan, berdampak langsung pada penyerapan produksi dalam negeri.

Di tengah kondisi tersebut, industri semen nasional juga dihadapkan pada tantangan struktural berupa kelebihan kapasitas. Dengan utilisasi yang rendah, efisiensi menjadi isu krusial yang harus segera diatasi.

Namun di balik tekanan jangka pendek, industri mulai mengarahkan strategi jangka panjang menuju keberlanjutan. ASPERSI telah menyusun peta jalan dekarbonisasi yang menargetkan emisi nol bersih pada 2050.

"Di roadmapnya ASPERSI kita menargetkan di 2050 nanti ada net zero emission dengan beberapa langkah pathway," kata Lilik.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |