Bos BEI Pede RI Masuk 10 Bursa Besar Dunia Lewat Demutualisasi

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, BEI menjadi salah satu bursa pasar modal yang belum melakukan demutualisasi.

Demutualisasi merupakan perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki perusahaan sekuritas atau anggota bursa, menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki oleh publik atau pihak lain.

"Kami lihat saat ini dari seluruh bursa besar di dunia, salah satu yang belum demutualisasi, BEI," ujarnya dalam acara CNBC Market Outlook 2026 di gedung BEI, Selasa (3/3/2026).

Jeffrey menyebut, dengan kondisi pasar modal Indonesia saat ini, bursa Indonesia ada di jajaran posisi 20 bursa terbesar di dunia. Hal itu tecermin dari jumlag transaksi harian yang cukup besar.

Dengan dilakukannya demutualisasi, kata Jeffrey, BEI optimis performa bursa Tanah Air akan menjadi lebih modern, lincah, dan profesional. Selain itu juga dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha dan stakeholder terkait.

"Kita harapkan dengan demutualisasi yang dipertimbangkan dengan sangat baik 4-5 tahun ke depan, akan ada di 10 besar bursa dunia bisa tercapai," tutupnya.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |