Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Pasar kripto kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (30/3/2026) pagi. Tekanan global yang masih berlangsung membuat harga aset digital, termasuk Bitcoin (BTC), mengalami pelemahan meski tetap bertahan di level psikologisnya.
Berdasarkan data CoinMarketCap hingga pukul 10.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun 0,34% menjadi US$ 2,3 triliun. Sementara itu, harga Bitcoin terkoreksi 0,34% ke posisi US$66.375 per koin atau setara sekitar Rp1,12 miliar (kurs Rp16.990).
Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga ikut melemah. Indeks CoinDesk 20 yang merepresentasikan pergerakan 20 kripto terbesar turun 0,31%. Ethereum terkoreksi 0,6% ke US$ 1.995, Binance (BNB) melemah 0,84% ke US$ 609, Solana (SOL) turun 0,99% ke US$ 82, Dogecoin (DOGE) merosot 0,8% ke US$ 0,09, dan XRP mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,38% ke US$ 1,32.
Mengutip CoinDesk, pergerakan Bitcoin sejatinya masih tergolong stabil dalam beberapa waktu terakhir. Sejak memanasnya konflik Iran, harga Bitcoin cenderung bertahan di kisaran US$65.000 hingga US$70.000, yang mencerminkan daya tahan relatif dibandingkan aset berisiko lainnya dalam jangka pendek.
Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kinerja aset tradisional. Harga emas tercatat mengalami penurunan sekitar 20% sejak dimulainya serangan Amerika Serikat, sementara indeks Nasdaq telah masuk fase koreksi setelah turun lebih dari 10% dari puncaknya di tahun 2026.
Meski demikian, dalam perspektif jangka panjang, Bitcoin masih belum mampu menyaingi performa aset konvensional. Emas sebelumnya sempat melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir, sedangkan Nasdaq mencatat kenaikan sekitar 50% sejak titik terendah pada April 2025.
Di sisi lain, Bitcoin saat ini masih berada sekitar 50% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin memiliki ketahanan dalam menghadapi gejolak jangka pendek, daya saingnya terhadap aset tradisional seperti saham dan emas masih menjadi tantangan dalam tren jangka panjang. (invid)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































