Biodiesel B50 Aman untuk Kendaraan? Ini Jawaban Kemenperin

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Implementasi biodiesel B50 dipastikan tidak menimbulkan gangguan berarti, baik bagi sektor otomotif maupun industri lainnya. Pemerintah menyebut kesiapan teknologi sudah memadai.

"Untuk B50 itu tidak ada isu untuk kendaraan bermotor, baik komersial maupun passenger," kata Plt. Dirjen Agro Kemenperin Putu Juli Ardika saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Putu menjelaskan, penggunaan biodiesel telah melalui berbagai tahapan uji coba sebelumnya. Pengalaman dari implementasi B30 dan B35 menjadi dasar optimisme.

"Sudah lama dicoba, mulai dari B5, B10, B30 sampai B35, jadi ini kelanjutan saja," ujarnya.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi komponen kendaraan yang semakin mendukung penggunaan biodiesel. Salah satunya terkait sistem penyaringan bahan bakar.

"Teknologi saringan sekarang justru lebih baik, sehingga masa pakainya lebih panjang," jelasnya.

Tangki penyimpanan B50, di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat. Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)Foto: Tangki penyimpanan B50, di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat. Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Dari sisi pasokan, pemerintah memastikan ketersediaan bahan baku tidak menjadi masalah. Prioritas akan diberikan untuk mendukung program energi tersebut.

"Feedstock itu harus diprioritaskan, jadi tidak ada isu soal ketersediaannya," kata Putu.

Meski demikian, ia mengakui bahwa koordinasi lintas sektor tetap diperlukan untuk memastikan implementasi berjalan optimal. Hal ini mencakup sektor energi, industri, hingga transportasi.

Pemerintah juga terus memantau dampak terhadap sektor lain seperti pangan dan kosmetik. Namun sejauh ini belum ada indikasi gangguan signifikan.

Selain itu, dukungan terhadap industri dalam negeri juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Program biodiesel diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan kesiapan teknologi dan pasokan, implementasi B50 dinilai sebagai langkah lanjutan yang realistis. Pemerintah optimistis tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi.

"Dengan kesiapan yang ada, program ini bisa berjalan tanpa masalah berarti," ujar Putu.

Ia menegaskan, kebijakan ini tetap mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan industri nasional.

"Yang penting semua sudah dipersiapkan, jadi implementasinya bisa berjalan dengan baik," tutupnya.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |