Ketua BEM Unimal Muhammad Ilal Sinaga.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal menyatakan sikap menolak pembelajaran jarak jauh, dan akademik harus tetap terlaksana seperti biasa karena tidak berada dalam kondisi darurat.
Hal itu diungkapkan Ketua BEM Universitas Malikussaleh (Unimal) Muhammad Ilal Sinaga, Selasa (7/4), terkait adanya rencana pembelajaran jarak jauh.
Dikatakannya Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi mengeluarkan surat edaran SE No. 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan Penyesuaian Kegiatan Akademik di Perguruan Tinggi.
Dalam SE terdapat salah satunya ialah penyesuaian kegiatan akademik bagi perguruan tinggi bagi mahasiswa semester akhir. Sebagai bentuk efisiensi penggunaan energi terhadap perkembangan geopolitik.
Maka pihaknya menyampaikan penolakan keras terhadap edaran Menteri ini terutama pada poin dua penyesuaian kegiatan akademik. Menurutnya, kegiatan akademik harus tetap terlaksana seperti biasa karena tidak ada kondisi darurat yang memaksa orang harus tetap berada di rumah.
“Kami menolak SE ini terutama poin dua (2) karena tidak ada alasan khusus sehingga memaksa harus dilaksanakannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa pendidikan merupakan prioritas pembangunan bangsa. Ia menilai PJJ tidak efektif berdasarkan pengalaman waktu covid-19 menyerang.
Ia juga menyayangkan pendidikan harus selalu mengalah sedangkan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih tetap berjalan tanpa efisiensi apapun.
“Pendidikan merupakan elemen prioritas pembangunan bangsa ke depan. PJJ ini sangat tidak efektif, kita sudah punya pengalaman saat Covid-19 melanda. Pendidikan harus selalu mengalah, sedangkan MBG dan Kopdes MP berjalan seperti biasa,” tegasnya.
Ia menyarankan agar pimpinan perguruan tinggi objektif dalam mengambil keputusan setelah Surat Edaran ini dikeluarkan.
“Kami menyarankan pimpinan perguruan tinggi untuk objektif dalam mengambil keputusan, jangan korbankan akademik hanya karena ingin membatasi beberapa hal,” tuturnya. (id72)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































