Kepala SMAN I Kejuruan Muda, Muhammad, mengawasi alat berat membersihkan lumpur di sekolah, Senin (5/1). Waspada.id/Muhammad Hanafiah
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
KUALASIMPANG (Waspada.id): Proses belajar mengajar (PBM) belum dapat dilaksanakan di SMAN I Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada hari pertama masuk sekolah Senin (5/1/2026).
Kondisi ini terjadi karena komplek sekolah masih digenangi air bercampur lumpur dan sampah akibat banjir yang melanda pada akhir November 2025.
Sejumlah siswi melintasi tumpukan lumpur di komplek sekolah, Senin (5/1). Waspada.id/Muhammad HanafiahKepala SMAN I Kejuruan Muda, Muhammad, S.Pd, MM, menyampaikan bahwa meskipun siswa-siswi sudah hadir, aktivitas belajar tidak dapat berjalan seperti biasa. “Beberapa ruang kelas memang sudah dibersihkan, tetapi lumpur di komplek sekolah masih dalam. Selain itu, peralatan pendidikan seperti meja kursi, komputer, dan TV pintar juga rusak akibat terendam banjir,” ujarnya.
Sekolah yang dulunya bernama SMAN Kualasimpang ini memiliki 958 siswa, 25 ruang belajar, serta 102 orang guru dan tenaga tata usaha. Saat ini, dua alat berat dan sejumlah truk telah ditempatkan untuk membersihkan lumpur dan mengangkut sampah dari lokasi sekolah.
Siswi SMAN I Kejuruan Muda tampak ceria saat masuk sekolah meskipun belum ada PBM, Senin (5/1). Waspada.id/Muhammad HanafiahPantauan Waspada.id menunjukkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di hampir semua sekolah di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, antara lain Kota Kualasimpang, Rantau, Karang Baru, Kejuruan Muda, dan Sekerak, yang semuanya masih dalam kondisi rusak akibat dampak banjir.(id93)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































