Belajar Online Jangan Sampai Jadi Masalah Baru

3 hours ago 4
Medan

25 Maret 202625 Maret 2026

Belajar Online Jangan Sampai Jadi Masalah Baru Anggota DPRD Sumatera Utara Komisi E dari Fraksi PKS, Dr H Ahmad Darwis, SAg, MA. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): — Wacana penerapan kebijakan belajar dari rumah (daring) sebagai bagian dari efisiensi energi nasional mulai April 2026 menuai perhatian dari berbagai pihak. Anggota DPRD Sumatera Utara Komisi E dari Fraksi PKS, Dr H Ahmad Darwis, SAg, MA, mengingatkan agar kebijakan ini tidak terburu-buru diterapkan tanpa persiapan yang matang.

Menurut Ahmad Darwis, di Medan, Rabu (25/3), program belajar online berpotensi menjadi solusi, namun juga bisa menimbulkan persoalan baru jika aspek dasar belum terpenuhi. Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur menjadi hal utama, terutama terkait pemerataan akses internet dan ketersediaan perangkat belajar bagi siswa dan guru, khususnya di daerah terpencil.

Selain itu, kesiapan sumber daya manusia juga dinilai krusial. Guru perlu dibekali pelatihan penggunaan teknologi pembelajaran, sementara siswa harus didorong untuk mampu belajar secara mandiri dan disiplin. “Belajar daring bukan sekadar memindahkan ruang kelas ke layar, tetapi membutuhkan pendekatan dan metode yang berbeda,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, pemerintah harus memastikan penggunaan dana benar-benar efektif, baik untuk pengembangan platform, pelatihan, maupun subsidi kuota internet, serta diawasi secara ketat agar tidak terjadi pemborosan.

Dari sisi sosial, Ahmad Darwis mengingatkan adanya potensi dampak negatif, seperti berkurangnya interaksi antar siswa, meningkatnya ketergantungan pada gadget, hingga bertambahnya beban orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan efektivitas pembelajaran daring dalam menjaga kualitas pendidikan. Sistem evaluasi, metode pengajaran, hingga kesesuaian materi pelajaran menjadi hal yang perlu dikaji secara mendalam.

Untuk itu, ia menyarankan agar kebijakan ini diuji coba terlebih dahulu melalui program percontohan (pilot project). Selain itu, regulasi yang jelas dan pelibatan berbagai pihak—mulai dari guru, orang tua, hingga siswa—dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Sebagai penutup, Ahmad Darwis menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan pendidikan harus tetap berfokus pada peningkatan kualitas belajar siswa, bukan semata-mata efisiensi. Ia berharap pemerintah dapat mengkaji secara komprehensif sebelum menerapkan kebijakan ini secara luas, agar manfaatnya benar-benar dirasakan tanpa mengorbankan hak pendidikan generasi muda. (id144)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |