Ketua TP PKK Aceh, Marlina Mualem didampingi Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, Plt Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Didi Setiadi dan Plt Direktur RSUDZA, dr Hanif menyerahkan kaki palsu kepada salah seorang mustahik di ruang Multazam 2 RSUDZA Banda Aceh, Selasa (6/1).(Waspada.id/Ist)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BANDA ACEH (Waspada.id) : Sebanyak 36 mustahik dari berbagai daerah di Aceh menerima bantuan kaki palsu dari Baitul Mal Aceh (BMA). Penyerahan dan pemasangan kaki palsu tersebut berlangsung di Multazam 2 Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (6/1).
Hadir dalam penyerahan tersebut Ketua TP PKK Aceh, Marlina Mualem, Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, Plt Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Didi Setiadi, Plt Direktur RSUDZA, dr Hanif dan para tamu lainnya.
Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, kerap disapa Abon Yunus dalam sambutannya mengatakan, kerjasama yang sudah terjalin antara Baitul mal Aceh dengan RSUDZA sejak tahun 2024.
“Dana zakat yang dianggarkan untuk program bantuan kaki palsu ini sebanyak Rp2 miliar. Adapun Jumlah realisasinya sebanyak Rp600 juta untuk 36 penerima kaki palsu,” kata Abon Yunus.
Abon mengatakan, kedepannya karena ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, maka diusahakan semaksimal mungkin dapat disalurkan. Jika dana yang dianggarkan sebanyak Rp2 miliar, diharapakan dapat tersalurkan semuanya.
“Kepada saudara-saudara kami, anda ditakdirkan dalam keadaan cacat, tapi di mata Allah kita tidak beda tetapi sama semuanya dan jangan minder. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban para penerima, tetapi juga memberikan harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,’ kata Abon.
Tak lupa Abon mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Aceh, Marlina Mualem dan pengurus lainnya yang sudah hadir pada acara ini.
“InsyaAllah Baitul Mal Aceh siap bekerja lebih baik dan lebih bagus dengan dukungan dari TP PKK Aceh,” kata Abon.
Plt Direktur RSUDZA, dr Hanif mengatakan, bantuan kaki palsu ini sudah berlangsung sejak tahun 2024 yaitu sebanyak 20 unit dan tahun 2025 sebanyak 36 unit dengan sumber dana berasal dari Baitul Mal Aceh.
Ia menjelaskan, kaki palsu yang bisa diproduksi oleh RSUDZA masih jauh dari kecukupan dari yang dibutuhkan. Padahal dana yang disediakan Baitul Mal Aceh cukup besar.
“Kami dari Tim RSUDZA baru sanggup memproduksi sebanyak yang kita serahkan hari ini. Kita berharap kedepannya bisa lebih maksimal lagi, karena di Aceh yang membutuhkan kaki palsu cukup tinggi. Apalagi harganya sangat mahal jadi tidak semua masyarakat mampu untuk membeli kaki palsu tersebut. Adapun program bantuan kaki palsu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang mebutuhkan,” kata dr Hanif.
Sementara itu Ketua TP PKK Aceh, Marlina Mualem berharap kedepannya Baitul Mal Aceh kembali dapat menyiapkan dana yang lebih banyak, minimal dapat dibantu 100 penerima kaki palsu.
“Dengan demikian masyarakat Aceh yang mendapatkan bantuan kaki palsu akan lebih maksimal,” kata Marlina.
Salah seorang penerima kaki palsu, Pocut Zahara Phonna, 40, mengungkapkan, rasa syukur dan terima kasih kepada Baitul Mal Aceh atas bantuan yang diberikan. Menurutnya bantuan kaki palsu tersebut sangat membantunya untuk beraktivitas sehari-hari. Apalagi dirinya sudah memakai kaki palsu sejak 2017 dan tentunya perlu kaki palsu yang baru.
“Terima kasih untuk Baitul Mal Aceh atas bantuan kaki palsu yang pada hari ini sudah kami terima. Kami merasa senang dan sangat bangga. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak,” pungkas Pocut.(id66)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































