Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan membalas serangan Ukraina terhadap sejumlah target ekonomi Rusia dengan menyasar sektor-sektor ekonomi paling sensitif milik Kyiv. Putin menilai Ukraina telah membuka "Kotak Pandora" setelah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur ekonomi Rusia.
Melansir Reutery, Ukraina pada musim panas ini memang meningkatkan kampanye serangan drone terhadap berbagai infrastruktur ekonomi Rusia, termasuk kilang minyak hingga gudang perusahaan ritel daring. Kyiv menyatakan serangan tersebut bertujuan menghancurkan infrastruktur yang dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung upaya perang Rusia.
Rusia pun merespons dengan melancarkan serangan terhadap infrastruktur ekonomi Ukraina, termasuk jalur ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam. Serangan terhadap sektor tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap salah satu sumber pendapatan utama Ukraina.
"Rezim Kyiv berniat merusak ekonomi kami, lalu apa yang mereka lakukan? Mereka sendiri yang membuka Kotak Pandora ini," kata Putin dalam pernyataan yang disampaikan kepada seorang jurnalis televisi pemerintah Rusia dan dipublikasikan pada Sabtu, (22/8/2026).
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Kyiv, Ukraina, 5 Agustus 2026. (REUTERS/Anatolii Stepanov) Foto: Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Kyiv, Ukraina, 5 Agustus 2026. (REUTERS/Anatolii Stepanov)
Putin kemudian memperingatkan Ukraina untuk bersiap menghadapi pembalasan Rusia terhadap sektor-sektor ekonomi yang dianggap paling rentan. "Kalau begitu, nantikan respons yang akan menargetkan sektor ekonomi Anda yang paling sensitif," tegasnya.
Menurut Putin, serangan Rusia yang mengancam ekspor produk pertanian Ukraina tidak akan memicu kekurangan pangan di pasar global. Ia meyakini Rusia mampu menggantikan sebagian pasokan ekspor Ukraina, meskipun Kyiv juga telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur ekspor biji-bijian Rusia.
"Kami memang menghadapi tantangan terkait pengiriman barang-barang kami, tetapi kami akan menyelesaikan masalah ini. Dengan demikian, tidak akan ada kekurangan di pasar global," tambahnya.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sempat terikat dalam kesepakatan yang dimediasi Turki untuk melindungi ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam. Namun, Rusia memutuskan keluar dari kesepakatan tersebut pada 2023.
Di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur ekonomi kedua negara, Putin kembali menyatakan Rusia terbuka untuk melakukan perundingan perdamaian dengan Ukraina. Namun, ia menegaskan pembicaraan tersebut hanya dapat dilakukan berdasarkan apa yang disebutnya sebagai "realitas di lapangan".
Putin menolak sejumlah proposal yang menurutnya telah disampaikan Ukraina melalui pihak perantara dan disebutnya sebagai gagasan yang "eksotis". Pernyataan tersebut menunjukkan posisi Moskow yang masih menuntut agar setiap proses perdamaian mempertimbangkan kondisi wilayah dan situasi konflik yang terjadi saat ini.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
3
















































