Heboh BYAN Mau Diakuisisi Haji Issam, Ini Penjelasan Lengkap Manajemen

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten milik Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara terkait rumor pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bakal mengambil alih sekitar 62,2% saham perseroan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Agustus 2026, Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menegaskan, saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut.

"Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," ungkap Jenny sebagaimana dikutip keterbukaan informasi BEI, Minggu, (23/8/2026).

Perseroan juga menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan BYAN terkait informasi tersebut.

Rumor pasar tersebut menyebut Haji Isam bakal mengambil alih sekitar 62,2% saham BYAN. Berdasarkan data perusahaan, jumlah saham BYAN mencapai 33.333.335.000 saham. Jika 62,2% saham tersebut dihitung menggunakan harga penutupan BYAN pada perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275 per saham, maka jumlah saham yang perlu dibeli sekitar 20,73 miliar saham.

Dengan demikian, secara matematis nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp358,17 triliun. Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan harga pasar dan bukan nilai transaksi akuisisi yang sebenarnya. Jika transaksi benar-benar dilakukan untuk mengambil alih blok pengendali, harga yang disepakati dapat berbeda dari harga pasar.

"Sampai dengan tanggal Surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan Oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," bebernya.

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar. Perseroan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut," tuturnya.

"Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada Publik yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau harga saham Perseroan. Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan ketentuan Bursa Efek Indonesia, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik," tutupnya.

Sebagai gambaran, laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Juli 2026 menunjukkan Dato' Low Tuck Kwong menguasai 40,251% saham, sementara Elaine Low menguasai 22,002%. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,253%, sangat dekat dengan angka 62,2% yang muncul dalam rumor tersebut.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |