Sampah menumpuk di beberapa rumah warga Jl Imambonjol Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kab.Langkat, Sabtu (3/1/26).Waspada.id/Boy Aprizal
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
P.BRANDAN (Waspada.id): Aroma tak sedap dan pemandangan tak enak masih terlihat dan tercium di beberapa daerah di Pangkalanbrandan.
Pasalnya jelang pergantian Tthun 2025 -2026 hingga awal tahun 2026 tepatnya pasca bencana banjir melanda Pangkalanbrandan sampah masih menumpuk dan berserakan.
Hal itu membuat banyak warga Pangkalanbrandan kecewa dengan petugas kebersihan yang bertugas di daerah tersebut.
Bahkan, postingan terkait sampah yang menumpuk di Pangkalanbrandan viral di beberapa media sosial.
Salah seorang warga di Kelurahan Brandan Timur, ketika ditemui Senin (5/1/26) mengaku kecewa dengan petugas kebersihan yang tidak mengangkut sampah yang sudah menumpuk di depan rumah warga.
“Sudah begitu lama petugas kebersihan tidak mengangkat sampah di rumah warga di sini sejak banjir kemarin,” katanya seraya menambahkan sampah sampah tersebut sudah mengeluarkan aroma tak sedap yang berpotensi menjadi penyakit.
Kepala UPT Kebersihan wilayah Teluk Aru Sahrial Wanda ketika dikonfirmasi mengatakan, kendala yang dihadapi mereka sekarang adalah petugas kebersihan yang minim dan armada pengangkut sampah yang rusak.
Dia menyebutkan ada dua orang petugas kebersihan di UPT Kebersihan Teluk Aru yang tidak lagi bekerja. “Petugas yang satu meninggal dunia dan yang kedua mengundurkan diri. Sedangkan empat armada pengangkut sampah yang rusak masih dalam pemulihan akibat terendam banjir,” jelasnya. (id27)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































