Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
14 June 2026 16:00
Jakarta, CNBC Indonesia- Di selatan Laut Karibia, sekitar 65 kilometer dari pesisir Venezuela, terdapat Curaçao, sebuah pulau dengan luas hanya sekitar 444 kilometer persegi. Meski ukurannya relatif kecil, nama Curaçao cukup dikenal di dunia keuangan internasional. Selama puluhan tahun wilayah yang merupakan bagian dari Kerajaan Belanda ini menjadi tujuan perusahaan global untuk menyimpan aset, membangun perusahaan induk, hingga mengatur struktur perpajakan lintas negara.
Melansir dari Offshore Protection, fondasi Curaçao sebagai pusat keuangan offshore mulai dibangun pada 1951 ketika pemerintah Antillen Belanda memperkenalkan aturan pajak khusus bagi perusahaan asing. Saat itu tarif pajak yang ditawarkan berkisar 2,4%-3%, jauh di bawah tarif perusahaan yang berlaku di banyak negara Eropa maupun Amerika Utara. Kebijakan tersebut muncul ketika Curaçao mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar industri pengolahan minyak yang sebelumnya menjadi tulang punggung ekonomi pulau tersebut.
Dari sinilah sektor jasa keuangan berkembang pesat. Perusahaan asing mulai mendirikan entitas bisnis di Curaçao untuk mengelola investasi, kepemilikan aset, royalti, hingga transaksi perdagangan internasional. Dalam beberapa dekade berikutnya, Curaçao masuk dalam kelompok wilayah yang sering disebut sebagai offshore financial center atau pusat keuangan lepas pantai.
Jawaban apakah Curaçao benar-benar layak disebut sebagai tax haven bergantung pada periode waktu yang digunakan. Pada era 1970-an hingga awal 2000-an, banyak karakteristik Curaçao yang identik dengan tax haven. Tarif pajak rendah, perlakuan khusus terhadap pendapatan luar negeri, aturan perusahaan yang fleksibel, serta tingkat kerahasiaan yang relatif tinggi menjadi daya tarik utama bagi perusahaan internasional.
Kondisi tersebut kemudian mendapat sorotan dari berbagai organisasi internasional. Melansir dari Offshore Protection, tekanan datang dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) serta Uni Eropa yang mulai memperketat pengawasan terhadap yurisdiksi dengan kebijakan perpajakan agresif. Kekhawatiran utama saat itu berkaitan dengan penghindaran pajak, pencucian uang, dan perpindahan laba perusahaan multinasional ke wilayah bertarif rendah.
Perubahan besar mulai terlihat setelah reformasi perpajakan yang dilakukan Curaçao dalam beberapa tahun terakhir. Sistem perpajakan berbasis worldwide income diganti menjadi territorial tax system pada 2020. Dalam sistem ini, laba yang berasal dari aktivitas di luar wilayah Curaçao memperoleh perlakuan yang berbeda dibandingkan pendapatan domestik. Pada saat yang sama, pemerintah juga menerapkan aturan economic substance yang mewajibkan perusahaan memiliki aktivitas ekonomi nyata untuk memperoleh fasilitas perpajakan tertentu.
Tarif pajak perusahaan umum saat ini berada di level 22%. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tax haven klasik seperti Cayman Islands atau British Virgin Islands yang menerapkan tarif pajak perusahaan mendekati nol. Meski demikian, Curaçao masih menyediakan sejumlah skema khusus untuk sektor tertentu. Perusahaan yang beroperasi di kawasan e-Zone misalnya dapat memperoleh tarif yang jauh lebih rendah untuk aktivitas ekspor jasa tertentu.
Sektor keuangan tetap menjadi salah satu mesin ekonomi utama Curaçao. Industri ini mencakup perbankan internasional, jasa trust, pengelolaan investasi, dana investasi, hingga layanan administrasi perusahaan. Posisi Curaçao yang berada dalam Kerajaan Belanda memberikan nilai tambah tersendiri karena investor memperoleh kepastian hukum yang relatif kuat dibandingkan beberapa yurisdiksi offshore lainnya di kawasan Karibia.
Meski berbagai reformasi telah dilakukan, stigma sebagai tax haven belum sepenuhnya hilang. Sejumlah kelompok pemerhati keadilan pajak masih menilai Curaçao sebagai lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kewajiban pajak secara agresif. Di sisi lain, pemerintah Curaçao berupaya memperluas jaringan perjanjian perpajakan internasional dan meningkatkan pertukaran informasi dengan negara lain untuk memenuhi standar transparansi global.
Perdebatan mengenai status Curaçao pada akhirnya menggambarkan perubahan besar yang sedang terjadi di industri keuangan offshore dunia. Jika beberapa dekade lalu persaingan bertumpu pada seberapa rendah tarif pajak yang ditawarkan, saat ini perhatian bergeser ke arah transparansi, aktivitas ekonomi riil, dan kepatuhan terhadap standar internasional.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































