Arkeolog Takut Bongkar Makam Kaisar China, Ini Alasannya

11 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Makam Kaisar pertama China, Qin Shi Huang, hingga kini masih belum dibuka meski telah berusia lebih dari 2.000 tahun. Para arkeolog memiliki sejumlah pertimbangan terkait keputusan untuk tidak membuka ruang makam utama tersebut.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah risiko kerusakan terhadap struktur dan artefak di dalam makam yang mungkin tidak dapat dipulihkan setelah terpapar udara. Selain itu, para ilmuwan juga menemukan indikasi tingginya kadar merkuri di sekitar kompleks makam.

Banyak pihak mengungkapkan merkuri tersebut berasal dari limbah industri. Sementara lainnya mempertanyakan apakah kaisar meminum merkuri dan berpikir akan memberikan keabadian.

Selain itu kemungkinan lain sang kaisar memerintahkan membangun sungai merkuri di sekitar makamnya, dikutip dari laman Geographical, Minggu (16/8/2026).

Karena belum ada yang pernah membongkarnya, tidak diketahui isi makam Qin. Namun sejarawan yang hidup seratus tahun setelah kaisar, Sima Qian mendeskripsikan makam dipenuhi artefak langka dan harta karun yang menakjubkan.

Para pengrajin juga diperintahkan untuk membuat busur dan anak panah yang siap dilepas. Ini akan digunakan bagi mereka yang masuk ke makam.

Sebagai informasi, Kaisar Qin Shi Huang memerintah dari 221 SM hingga 210 SM. Dia disebut sebagai sosok monster tirani dan keinginan hidup abadi dengan cara meminum merkuri yang dicampur anggur.

Qin terkenal karena membangun pasukan batu besar atau dikenal dengan Tentara Terakota, yakni 8.000 patung berukuran manusia dan banyak kuda serta kereta perang.

Tentara Terakota yang memenuhi makam ini diperkirakan untuk melindunginya di alam baka.

(ven/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |