Anggota DPRD Madina dan LSM Angkat Bicara Soal Kupak-Kapiknya SDN 029 Lumban Dolok

4 hours ago 1
Sumut

18 Maret 202618 Maret 2026

Anggota DPRD Madina dan LSM Angkat Bicara Soal Kupak-Kapiknya SDN 029 Lumban Dolok H. Binsar Nasution

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

PANYABUNGAN (Waspada.id): Kondisi memprihatinkan SDN 029 Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan.

Anggota DPRD Madina Daerah Pemilihan (Dapil) 5 dari Fraksi Demokrat, H. Binsar Nasution, dan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, angkat bicara terkait hal tersebut, Rabu (18/03).

Dihubungi via WhatsApp, Binsar Nasution mengaku sudah pernah memperdebatkan kondisi sekolah tersebut saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) serta menyampaikannya dalam sidang paripurna tahun 2025. Namun, ia tidak mengetahui kondisi terkini sekolah tersebut secara pasti.

“Saya nggak tahu persis kondisi hari ini, soalnya saya sudah pernah perdebatkan di pembahasan LKPJ dan LPJ serta sampaikan di paripurna tahun 2025 yang lalu,” ujar Binsar, yang juga mantan Ketua KAHMI ini.

Binsar berharap perbaikan sekolah tersebut dapat diagendakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia menegaskan tidak bisa mengontrol kelanjutannya karena tidak membidangi bidang terkait di DPRD, dan pengawasan pendidikan menjadi tugas khusus komisi yang berwenang.

“Maka tak bisa saya kontrol kelanjutannya, karena ada yang khusus Komisi mengawasi pendidikan. Dalam waktu dekat ini akan ada LKPJ nanti, kita pertanyakan lagi,” tambahnya.

Secara terpisah, Khairunnisyah mengaku tidak heran dengan kondisi SDN 029 Lumban Dolok yang dibiarkan rusak parah. Menurutnya, ada dugaan kepentingan di balik penundaan renovasi sekolah tersebut.

“Kenapa? Jika SDN 029 direhab, ada kemungkinan pihak Dinas Pendidikan Madina tidak banyak mendapat untung, sebab banyak tokoh di sekitaran sekolah tersebut. Kalau di tempat lain, tidak banyak yang mengkontrol bangunannya dan tentu mereka banyak untungnya,” ungkap Khairunnisyah.

Ia menekankan bahwa jika kesembilan wakil rakyat di Dapil 5 mau berjuang dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), renovasi sekolah tersebut pasti segera dilakukan. Namun, sayangnya kesembilan wakil rakyat tersebut seolah enggan bersuara.

“Tetapi jika 9 Wakil Rakyat mau berjuang di pembahasan APBD, pasti segera itu dibangun. Sayangnya, 9 Wakil Rakyat sepertinya nggak mau bicara, ada kemungkinan takut dan ada juga tidak mau tahu, sebab Wakil Rakyat dari Desa Lumban Dolok juga ada, tetapi gedung SDN 029 tetap kupak-kapik,” pungkasnya.(id100)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |