Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA. Waspada.id/Hulwa Dzakira
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BANDA ACEH (Waspada.id): Pemerintah Aceh mengambil langkah strategis untuk mengamankan kebutuhan daging masyarakat pada 2026 menyusul terganggunya pasokan lokal akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Upaya tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Aceh melalui pertemuan dengan Kementerian Perdagangan RI di Jakarta. Pada Senin (19/1/2026), Gubernur Aceh bertemu Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas pemenuhan kebutuhan daging di Aceh, terutama menjelang tradisi Meugang yang rutin berlangsung menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.
Dalam forum itu, Gubernur menegaskan dampak bencana alam telah mengganggu produksi dan distribusi daging lokal, sehingga diperlukan langkah cepat dan terukur.
Menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, Gubernur meminta PT Pembangunan Aceh (PEMA) untuk segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, khususnya menyangkut kuota serta mekanisme perizinan impor daging. Saat ini, PEMA telah melakukan sejumlah pertemuan lanjutan guna mempercepat proses pemenuhan pasokan.
Untuk memenuhi kebutuhan daging pada 2026, khususnya menjelang Meugang, PEMA akan menempuh skema kerja sama business to business (B to B) dengan BUMN atau perusahaan yang telah memiliki kuota impor daging.
Berdasarkan data Pemerintah Aceh, total kebutuhan daging pada 2026 diperkirakan mencapai 9.618 ton. Sementara pada 2025, kebutuhan daging saat momentum Meugang saja rata-rata mencapai 1.000 hingga 1.500 ton, di luar kebutuhan harian masyarakat dan dunia usaha.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan langkah pengamanan pasokan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana yang dilakukan di bawah supervisi pemerintah pusat.
“Saat ini PEMA sedang melakukan tindak lanjut dan telah menggelar beberapa pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari percepatan pemenuhan pasokan,” ujar Muhammad dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Aceh terus mendorong sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat di tengah proses pemulihan.
“Harapannya, dengan dukungan semua pihak, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan Aceh dapat bangkit menjadi lebih baik,” katanya.
Selain pengamanan pasokan daging, Pemerintah Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan bergotong royong guna mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana. (Hulwa)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































