Alasan HP China Mulai Ditinggalkan, Warga Beralih ke Sini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Seri iPhone 17 menjadi 'penyelamat' Apple setelah beberapa kuartal terpuruk menghadapi persaingan industri HP yang kian sengit. Melalui inovasi desain kamera dan warna 'gonjreng' oranye pada varian Pro, seri iPhone 17 berhasil meningkatkan minat beli masyarakat, terutama di China.


Varian iPhone 17 Pro oranye menjadi viral di China, bahkan diistilahkan sebagai perangkat 'Hermes orange', merujuk pada tone khas tas bermerek Hermes.

"Perangkat ini sangat eye-catching," kata David Qu, konsumen yang memutuskan mengganti iPhone lawasnya ke versi iPhone 17 Pro oranye.

Meskipun Apple memasarkan warna tersebut secara internal sebagai 'cosmic orange', perbandingan warna tas mewah tersebut tetap melekat di benak pembeli dan influencer. Model ini banyak dipamerkan di platform media sosial China melalui video unboxing. Ribuan pengguna telah membagikan unggahan yang menampilkan perangkat tersebut sejak dirilis.

"Kedengarannya sederhana, tetapi perubahan desain eksternal yang jelas, termasuk pengenalan warna oranye yang mencolok, itulah yang menarik minat pengguna untuk melakukan peningkatan lebih awal," kata Nabila Popal, direktur riset senior di firma IDC, dikutip dari Cryptopolitan, Senin (9/2/2026).

Seorang model yang menggunakan nama panggung Xiao Mei, mengunggah video yang menunjukkan iPhone 17 Pro oranye sebagai aksesori fesyen. Ia mengaku langsung tertarik dengan perangkat tersebut karena terkesan spesial dan berbeda.

"Saya langsung tertarik dengan warnanya. Siapa yang tak suka Hermes oranye? Makin dilihat, saya makin jatuh cinta," kata Xiao Mei.

Sebagai informasi, pada periode 2024 hingga awal 2025, pendapatan Apple dari pasar China anjlok selama 18 bulan berturut-turut. Apple sempat tersingkir dari jajaran 'Top 5' HP China dan tak kuasa melawan persaingan dengan pemain lokal seperti Huawei, vivo, dan Xiaomi, yang makin ambisius menggarap segmen flagship.

Selain itu, Apple berada di tengah-tengah ketegangan geopolitik antara pemerintah China dan Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat posisi Apple makin tertekan.

Setahun setelahnya, CEO Tim Cook melaporkan kinerja moncer penjualan iPhone di China. Dalam laporan kinerja Q4 2025, Apple mencatat rekor penjualan iPhone di negara kekuasaan Xi Jinping.

Menurut Cook, pendapatan penjualan iPhone dari China melonjak 38% secara tahun-ke-tahun (YoY) menjadi US$26 miliar. Angka itu setara dengan hampir seperlima total penjualan iPhone.

Apple patut berterima kasih kepada iPhone 17 standar atas kinerja impresifnya selama kuartal tersebut. Pada edisi sebelumnya, pembeli di China yang melakukan upgrade segera setelah peluncuran memilih versi Pro dan Pro Max. Namun dalam siklus ini, iPhone 17 standar mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan iPhone 16 generasi sebelumnya.

Ponsel ini diposisikan tepat di bawah batas atas skema subsidi konsumen nasional yang diperkenalkan oleh Beijing tahun lalu untuk meningkatkan pengeluaran. Pemerintah telah mengalokasikan sekitar US$43 miliar pada tahun 2025 untuk mendukung pembelian elektronik, peralatan rumah tangga, dan kendaraan.

Di bawah program tersebut, smartphone dengan harga di bawah 6.000 yuan memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon hingga 15%, sementara Apple menetapkan harga iPhone 17 di China sebesar 5.999 yuan.

Meskipun fitur AI Apple sedang dalam peninjauan regulasi di China, estetika desain tampaknya cukup untuk membuat pasar beralih ke Apple.

"Saya tidak yakin bagaimana perusahaan seperti Oppo, vivo, atau Xiaomi dapat mematahkan dominasi semacam itu," kata peneliti perusahaan teknologi global Counterpoint, Gerrit Schneemann.

Cook mengatakan kepada para analis bahwa Apple mencetak rekor peningkatan iPhone di kalangan konsumen China. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan dua digit dalam jumlah pengguna yang beralih dari sistem operasi pesaing ke iOS.

"Secara keseluruhan, kuartal yang hebat di China. Kami sangat senang dengan hal itu," kata Cook dalam laporan kinerjanya.

Apple telah kehilangan pangsa pasar dalam beberapa tahun terakhir karena merek domestik menawarkan kamera yang kompetitif, layar lipat, dan fitur yang disesuaikan secara lokal. Pemulihan ini memberikan kelegaan bagi investor setelah setahun penuh ketidakpastian tarif dan kemunduran dalam AI.

Permintaan iPhone global yang kuat telah mengangkat saham Apple sekitar 7% selama seminggu terakhir, menurut data Google Finance.

Analis Bank of America, Wamsi Mohan, mengatakan pendapatan Apple di China telah mengalami kontraksi dalam delapan dari sembilan kuartal sebelumnya dan belum menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 2022.

Secara global, firma riset Counterpoint juga mencatat Apple berhasil merajai posisi 'raja' sepanjang 2025 dengan pertumbuhan 10% YoY dan meraup pangsa pasar 20%. Samsung harus tergeser ke posisi ke-2 dengan pertumbuhan 5% dan pangsa pasar 19%.

Xiaomi stabil dengan pangsa pasar 13% dan bertengger di posisi ke-3. Selanjutnya vivo dan Oppo berada di urutan ke-4 dan ke-5. Masing-masing meraup pangsa pasar 8%, tetapi vivo tumbuh 3% YoY dan Oppo anjlok 4% YoY.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |