Jakarta, CNBC Indonesia - Mengonsumsi suplemen dan vitamin kini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern masyarakat demi menjaga kebugaran dan mencegah penyakit. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa suplemen tidak selalu aman tanpa pengawasan.
Melansir Medicine Net, para pakar kesehatan mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat memperhatikan jenis, dosis, dan waktu konsumsi suplemen.
Daftar kombinasi vitamin yang harus dihindari
Alih-alih sehat, kombinasi vitamin yang keliru justru dapat memicu efek samping berbahaya, menurunkan efektivitas satu sama lain, hingga menggagalkan fungsi obat-obatan medis.
Vitamin C dengan vitamin B-12
Vitamin C dapat mengurangi jumlah vitamin B-12 yang diserap oleh tubuh. Jika Anda memerlukan keduanya, berikan jeda waktu konsumsi setidaknya dua jam.
Vitamin A dengan makanan kaya vitamin A
Vitamin A termasuk vitamin yang larut dalam lemak, artinya kelebihannya akan disimpan di dalam tubuh. Mengonsumsi suplemen vitamin A bersamaan dengan konsumsi hati hewan atau pate hati secara berlebihan dapat memicu penumpukan racun. Dampaknya bisa memperlemah tulang seiring bertambahnya usia hingga membahayakan janin bagi ibu hamil.
Asam folat (vitamin B9) dan vitamin B12
Konsumsi asam folat yang terlalu tinggi dapat "menyembunyikan" gejala kekurangan vitamin B-12 di dalam tubuh. Konsultasikan dengan dokter untuk mengecek kadar vitamin Anda sebelum menggabungkannya.
Vitamin E dan vitamin K
Suplemen vitamin E dosis tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko perdarahan. Jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin K-yang berfungsi membantu pembekuan darah yakni efek positif dari vitamin K dapat ternetralisasi.
Teh hijau dan zat besi
Antioksidan dalam teh hijau dapat mengikat zat besi di dalam saluran pencernaan. Akibatnya, manfaat anti-inflamasi dari teh hijau sekaligus penyerapan zat besi untuk sel darah merah akan sama-sama menurun.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

1 hour ago
1

















































