400 Karyawan Apple Kabur, Jadi Maling Buat Perusahaan Sebelah

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple menggugat OpenAI di pengadilan federal Amerika Serikat dengan tuduhan memperoleh akses terhadap informasi rahasia perusahaan melalui perekrutan sejumlah mantan karyawannya. Gugatan itu juga turut menyeret perusahaan desain io Products, serta dua mantan petinggi Apple yang kini bekerja di OpenAI.

Melansir BBC, dalam dokumen gugatan yang diajukan pada Jumat (10/7) waktu setempat, Apple menuding para tergugat menjalankan "pola pencurian" terhadap pengembangan produk rahasia dan berbagai pekerjaan internal perusahaan. Setidaknya dua mantan karyawan senior Apple disebut mengirimkan informasi internal perusahaan ke alamat email pribadi sebelum bergabung dengan OpenAI.

Menanggapi gugatan tersebut, juru bicara OpenAI Drew Pusateri membantah tudingan Apple.

"Kami tidak tertarik dengan rahasia dagang perusahaan lain," kata Pusateri, dikutip dari BBC International, Sabtu (11/7/2026).

Ia menambahkan, OpenAI saat ini masih mempelajari isi gugatan tersebut dan tetap "berfokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun."

Sementara itu, juru bicara Apple kepada BBC mengatakan gugatan tersebut didasarkan pada "bukti yang signifikan."

Gugatan ini menjadi babak baru dalam hubungan Apple dan OpenAI. Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook yang akan segera mengundurkan diri sempat membawa ChatGPT ke dalam ekosistem perangkat Apple sebagai bagian dari pengembangan fitur kecerdasan buatan (AI). Namun pada tahun ini, Apple mulai mengalihkan lebih banyak fitur AI miliknya agar berjalan menggunakan model Gemini milik Google.

Saat Tim Cook mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada April lalu, CEO OpenAI Sam Altman bahkan sempat memujinya sebagai "seorang legenda", seraya menyatakan dirinya "sangat berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan".

Kini, Apple justru menuding OpenAI menjalankan "strategi untuk mengekstrak informasi rahasia Apple".

Selain OpenAI, Apple juga menggugat io Products, perusahaan rintisan desain yang didirikan mantan eksekutif senior Apple Jony Ive dan diakuisisi OpenAI tahun lalu.

Dua mantan petinggi Apple juga ikut menjadi tergugat, yakni Chang Liu yang bekerja sebagai insinyur listrik senior selama delapan tahun di Apple, serta Tang Yew Tan, mantan wakil presiden desain iPhone dan Apple Watch yang menghabiskan 24 tahun di perusahaan tersebut. Saat ini, Tan menjabat sebagai kepala divisi perangkat keras OpenAI.

Apple mengklaim para mantan karyawannya memanfaatkan akses terhadap "proyek-proyek sensitif, hubungan kemitraan yang terpercaya, teknik manufaktur eksklusif, dan produk-produk yang belum dirilis" sehingga OpenAI memperoleh rincian mengenai rencana produk dan operasional perusahaan.

Apple juga menuduh OpenAI berupaya menggali informasi tambahan saat mewawancarai karyawan Apple yang masih aktif. Dalam gugatan disebutkan, pewawancara OpenAI meminta kandidat membawa "bagian asli" sebagai "alat peraga" dari Apple untuk "ditunjukkan dan dijelaskan" selama proses wawancara.

Apple menuduh seluruh pihak yang digugat "bertindak bersama-sama dan sebagai sebuah perusahaan, mengeksploitasi informasi rahasia Apple untuk memajukan upaya OpenAI memasuki pasar perangkat keras konsumen".

OpenAI sendiri diperkirakan meluncurkan perangkat keras pertamanya berupa keyboard yang akan digunakan bersama perangkat AI miliknya pada bulan ini. Perusahaan tersebut juga berencana melantai di bursa.

Dalam gugatannya, Apple menyatakan bahwa karena "perilaku buruk OpenAI dinormalisasi dan dicontohkan oleh para pemimpinnya," maka "bisnis perangkat kerasnya yang baru berkembang kini bertumpu pada fondasi yang sangat goyah, busuk hingga ke intinya karena ketergantungan ilegalnya pada rahasia dagang yang disalahgunakan".

Apple juga menyebut telah berupaya menyampaikan kekhawatirannya kepada OpenAI sejak Februari lalu, tetapi tidak mendapat tanggapan. Karena itu, Apple meminta pengadilan segera melarang OpenAI memperoleh maupun menggunakan informasi rahasia yang diduga dimilikinya, sekaligus menuntut ganti rugi finansial dengan nilai yang belum ditentukan.

400 Karyawan Apple Pindah ke OpenAI

Lebih dari 400 mantan karyawan Apple sekarang bekerja untuk OpenAI, kata Apple dalam pengajuannya, menambahkan bahwa "tidak mengherankan" bahwa beberapa dari mereka mengetahui informasi rahasia tersebut.

"Bahwa OpenAI sekarang mempekerjakan orang-orang yang pernah dipercayakan dengan rahasia dagang Apple tidak memberi hak kepada OpenAI untuk menggunakan informasi tersebut untuk mempercepat upaya perangkat kerasnya," tulis pembuat iPhone itu dalam pengaduannya, dikutip dari Reuters.

Apple juga menuduh bahwa karyawan OpenAI mencari informasi rahasia dari pemasok Apple. Pada satu titik, OpenAI diduga meminta salah satu pemasok tersebut untuk melakukan apa yang disebut Apple sebagai teknik penyelesaian logam rahasia dengan keyakinan bahwa OpenAI memiliki izin Apple untuk menggunakan teknik tersebut.

Mark Lemley, seorang profesor di Stanford Law School, mengatakan bahwa pengaduan Apple "berpotensi menjadi kasus yang sangat besar" tetapi beberapa tuduhan Apple, seperti perekrutan ratusan karyawan Apple oleh OpenAI, tidak ilegal di California, tempat Silicon Valley muncul sebagian berkat undang-undang negara bagian yang mengizinkan karyawan untuk pindah ke pesaing.

"Tetapi jika klaim Apple bahwa para karyawan membawa dokumen rahasia bersama mereka, dan bahwa OpenAI menggunakan dokumen-dokumen tersebut benar, itu adalah masalah bagi OpenAI," kata Lemley.

Camilla Hrdy, seorang profesor hukum di Rutgers Law School, mengatakan kasus ini bisa menjadi kompleks karena sebagian besar kasus sebelumnya seputar AI dan rahasia dagang melibatkan perangkat lunak daripada perangkat keras.

"Gugatan rahasia dagang ini sering diajukan di bidang teknologi, dan kita biasanya belajar jauh lebih banyak seiring perkembangan kasus. OpenAI bukanlah terdakwa yang tidak mampu membela diri," kata Hrdy.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |