21 Update Iran: Trump Sebut Perang 1 Bulan Lebih, Selat Hormuz Tutup

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran memasuki fase eskalasi penuh dengan serangan besar-besaran. Ini mengancam regional Timur Tengah, menimbulkan gejolak harga energi dan emas dunia.

Dalam update terbaru, Amerika menyebut menghantam 1.250 target di Iran dalam waktu 48 jam. Presiden AS Donald Trump sendiri membuka opsi perang melalui pasukan darat.

Di sisi lain, Iran menyerang 500 target AS dan Israel. Jenderal Iran pun secara resmi mengumumkan penutupan selat Hormuz.

Berikut 24 update terbaru dirangkum dari AFP, CNBC International, dan sejumlah sumber, Selasa (3/3/2026).

1. AS Hantam 1.250 Target dalam 48 Jam

Militer AS melaporkan telah menyerang lebih dari 1.250 target strategis di berbagai wilayah Iran dalam 48 jam pertama konflik, meningkat tajam dari lebih 1.000 target pada hari pertama. Target meliputi pusat komando, fasilitas rudal balistik, armada laut, hingga sistem pertahanan pesisir.


"Target yang diserang mencakup pusat komando dan kendali, lokasi rudal balistik, kapal dan kapal selam angkatan laut Iran, serta situs rudal anti-kapal," kata militer AS US Central Command (CENTCOM).

2. Trump Sebut Perang Bakal Lebih dari 1 Bulan

Trump memperingatkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih pada Senin waktu setempat.

Dalam komentar publik pertamanya sejak operasi militer diluncurkan, Trump mengungkapkan empat tujuan utama serangan yang diberi nama Operasi Epic Fury. Ia juga menyebut proyeksi durasi awal konflik bisa melampaui rencana semula.

"Sejak awal kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu," katanya dimuat AFP.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa AS "jauh lebih maju dari proyeksi waktu kami". Ia merujuk pada tewasnya sejumlah pemimpin senior Iran dalam gelombang serangan awal pada Sabtu.

Trump menegaskan empat sasaran utama operasi tersebut, yakni menghancurkan kemampuan rudal Iran, memusnahkan angkatan lautnya, memastikan Teheran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, serta menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di luar wilayahnya.

"Ini adalah kesempatan terakhir dan terbaik," ujar Trump.

3. Trump Buka Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pengerahan pasukan darat ke Iran masih menjadi opsi terbuka jika situasi mengharuskannya. Dalam wawancara dengan New York Post, ia tidak menutup kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran.

"Saya tidak gugup mengenai pengerahan pasukan darat. Setiap presiden mengatakan tidak akan ada pasukan darat. Saya tidak mengatakannya," kata Trump.

Kepada CNN, ia juga mengisyaratkan eskalasi lebih besar. "Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang," ujarnya.

4. Korban Tentara AS Bertambah

Jumlah personel militer AS yang tewas meningkat menjadi enam orang. Ini setelah dua jasad yang sebelumnya hilang ditemukan di lokasi serangan awal Iran.

Hal tersebut diungkap CENTCOM. Operasi militer disebut masih berlangsung intensif.


"Operasi tempur besar masih berlanjut dan identitas korban belum diumumkan hingga keluarga diberi pemberitahuan," kata CENTCOM.

5. Bandara Dubai Buka Penerbangan Terbatas

Bandara di Dubai mulai kembali beroperasi secara terbatas setelah tiga hari menghentikan penerbangan akibat eskalasi perang. Sejumlah wisatawan dan atlet internasional masih tertahan di kota tersebut.


"Penerbangan terbatas akan kembali beroperasi pada Senin malam," kata otoritas.

Sementara sejumlah negara mengaku akan mengirim pesawat untuk mengevakuasi warga dari Timur Tengah. Jerman misalnya mengatakan akan mengirim pesawat ke Arab Saudi dan Oman untuk mengevakuasi ribuan wisatawan yang terdampar akibat perang.

6. 555 Warga Iran Tewas

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan 555 warga sipil tewas di 131 kota akibat serangan gabungan AS dan Israel. Korban termasuk anggota Garda Revolusi (IRGC) dan militer reguler.

7. Harga Gas Melonjak

Harga gas alam Eropa melonjak lebih dari 50% setelah Qatar menghentikan produksi LNG akibat serangan. Kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Teluk mendorong volatilitas pasar energi global.


"Konflik akan memotong pasokan dari kawasan Teluk," ujar pelaku pasar.

Perlu diketahui saham global melemah. Indeks utama Wall Street turun lebih dari 1% sebelum memangkas kerugiannya.

8. Ancaman Garda Revolusi

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras terhadap AS dan sekutunya. Tentara Iran itu menyebut kepentingan Amerika tidak lagi aman di mana pun.

"Musuh harus tahu bahwa masa bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri," kata pasukan Quds.

9. Iran Serang 500 Target, termasuk Kantor Netanyahu

Iran mengklaim telah menyerang 500 target terkait AS dan Israel. Salah satunya kapan tanker minyak yang diduga terkait AS, ATHE NOVA di Selat Hormuz.

Iran juga menyerang kantor pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu serta fasilitas keamanan di Tel Aviv dan Haifa. Serangan dilakukan dengan ratusan rudal dan drone.


"Iran tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara Teluk Persia," kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran hanya akan menargetkan AS dan Israel serta kepentingannya.

10. 700 Drone Diluncurkan Iran

IRGC menyatakan telah meluncurkan lebih dari 700 drone dan ratusan rudal ke target AS dan Israel. Mereka mengklaim puluhan target strategis berhasil dihantam.

"Sejak awal konflik, para prajurit pemberani angkatan bersenjata Iran telah menyerang 60 target strategis dan 500 target militer Amerika serta target rezim Zionis (Israel)," kata pernyataan itu.

Halaman 2>> Nuklir Iran Diserang-Selat Hormuz Tutup

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |