Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 113 unit drone milik Ukraina dalam serangan besar yang terjadi semalam. Salah satu serangan dilaporkan menargetkan kilang minyak dan memicu kebakaran pada tangki penyimpanan.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa sepanjang Rabu (18/2/2026) malam hingga Kamis (19/2/2026) waktu setempat, sistem pertahanan udara Rusia telah "mencegat dan menghancurkan 113 drone Ukraina" di sejumlah wilayah.
Salah satu drone menghantam kilang minyak di kota Velikiye Luki, sekitar 500 kilometer di barat Moskow. Gubernur setempat, Mikhail Vedernikov, mengatakan serangan tersebut menyebabkan kebakaran di fasilitas penyimpanan minyak.
"Akibat serangan drone, terjadi kebakaran di salah satu tangki penyimpanan minyak. Seluruh layanan darurat telah dikerahkan ke lokasi," ujar Vedernikov dalam pernyataan resminya, seperti dikutip AFP.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal, tidak ada korban jiwa maupun luka di kalangan warga sipil maupun pekerja kilang minyak. "Situasi terkendali dan tidak ada laporan korban," katanya.
Serangan drone ini terjadi sehari setelah Rusia dan Ukraina menyelesaikan perundingan selama dua hari yang dimediasi Amerika Serikat (AS) di Jenewa. Kedua pihak sama-sama menyebut pembicaraan tersebut berlangsung sulit dan belum menghasilkan terobosan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Sebagai informasi, Ukraina dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan balasan dengan menyasar kilang minyak serta infrastruktur energi dan pelabuhan Rusia. Langkah ini dilakukan di tengah serangan udara Rusia yang hampir setiap hari menghantam wilayah Ukraina sejak konflik pecah.
(sef/sef)
Addsource on Google

3 hours ago
2













































