Wilayah-Wilayah Eropa yang Pernah Dikuasai Islam: Spanyol - Balkan

4 hours ago 4

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

08 March 2026 03:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Jauh sebelum Eropa modern terbentuk seperti sekarang, sebagian wilayah tersebut pernah berada di bawah kekuasaan pemerintahan Islam selama berabad-abad.

Dari Spanyol hingga Balkan, dari Sisilia sampai Krimea, jejak politik, ekonomi, hingga arsitektur Islam membentuk sejarah panjang Eropa yang kerap luput dari perhatian.

Ekspansi ini bukan sekadar penaklukan militer, tetapi juga menghadirkan pusat-pusat peradaban baru yang mempengaruhi ilmu pengetahuan, perdagangan, dan tata kota Eropa.

Berikut wilayah eropa yang pernah dikuasai islam:

1. Spanyol dan Portugal (Al-Andalus)

Al-Andalus adalah sebutan untuk wilayah di Semenanjung Iberia (sekarang Spanyol dan Portugal) yang pernah dikuasai umat Islam sejak tahun 711 M.

Nama ini digunakan oleh kaum Muslim untuk menyebut daerah tersebut setelah penaklukan yang dipimpin oleh pasukan dari Afrika Utara. Dalam perkembangannya, Al-Andalus bukan cuma wilayah kekuasaan politik, tapi juga menjadi pusat peradaban yang maju dalam ilmu pengetahuan, budaya, dan arsitektur.

Interior of Mosque-Cathedral in CordobaFoto: Pexels
Interior of Mosque-Cathedral in Cordoba

Seiring berjalannya waktu dan makin kuatnya gerakan Reconquista dari kerajaan-kerajaan Kristen, wilayah kekuasaan Islam semakin menyusut. Pada akhirnya, setelah Granada jatuh pada 1492, kekuasaan Islam di Iberia pun berakhir. Nama Al-Andalus sendiri kemudian lebih dikenal sebagai Andalusia, yang sekarang menjadi salah satu wilayah di Spanyol.

Córdoba adalah salah satu kota paling penting dalam sejarah peradaban Islam di Eropa. Kota ini berada di wilayah Andalusia (Andalucía) di selatan Spain, dan pada abad pertengahan pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan kekuasaan Islam di Barat.

Salah satu jejak kejayaan Islam adalah Mezquita-Catedral de Córdoba. Dibangun pertama kali tahun 785 M, bangunan ini adalah awalnya adalah masjid terbesar di Eropa Barat. Setelah Reconquista Kristen pada 1236, masjid ini diubah menjadi katedral Katolik, namun sebagian besar struktur Islamnya tetap dipertahankan.

2. Sisilia dan Italia Selatan

Dinasti Aghlabiyah adalah dinasti Muslim Arab yang berkuasa di wilayah Ifriqiyah (sekarang meliputi Tunisia dan Aljazair bagian timur) dari tahun 800 sampai 909 M. Salah satu penguasanya, Emir Ziyādat Allāh I (817-838), berhasil meredam pemberontakan pasukan Arab, lalu mengalihkan kekuatan militernya untuk menaklukkan Sisilia.

Sejak saat itu, Sisilia berada di bawah kekuasaan Islam selama kurang lebih dua abad. Penaklukan ini membuat Sisilia menjadi titik penting Islam di kawasan Mediterania, dengan Palermo berkembang sebagai ibu kota yang maju, ramai, dan kosmopolitan.

3. Balkan & Eropa Tenggara

Pada 1362, Turki Ottoman berhasil merebut Adrianopel (sekarang Edirne, Turki). Peristiwa ini jadi titik awal ekspansi besar-besaran di Semenanjung Balkan. Serbia tumbang setelah Pertempuran Kosovo pada 1389, disusul Bulgaria pada 1396. Puncaknya terjadi pada 1453 ketika Konstantinopel jatuh ke tangan Ottoman.

Setelah itu, Bosnia (1463), Herzegovina (1482), dan Montenegro (1499) ikut berada di bawah kekuasaan mereka. Bahkan pada 1526, Ottoman mengalahkan Hungaria dalam Pertempuran Mohács dan tiga tahun kemudian sempat mengepung Wina. Pada masa itu, mereka menguasai sebagian besar Eropa Tengah dan Tenggara.

Penaklukan Ottoman membawa perubahan sosial dan politik yang besar. Banyak bangsawan kehilangan kekuasaan dan tanah mereka. Namun ada pengecualian, seperti di Bosnia dan Albania, dimana sebagian bangsawan memilih masuk Islam dan tetap mempertahankan status serta kepemilikan tanah mereka di bawah pemerintahan Ottoman.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |