Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho Saksono mengungkapkan sejumlah strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memberantas praktik dan berbagai modus illegal fishing yang sudah merugikan negara hingga Rp 16 Triliun dari 2020-2025.
KKP sudah menangkap sekitar 1.140 kapal pencuri ikan melalui penguatan pengawasan Kawasan perairan menggunakan teknologi termasuk penggunaan Vessel Monitoring System (VMS), penambahan armada kapal pengawasan, drone, meningkatkan peran masyarakat hingga bekerjasama dengan lembaga terkait yakni TNI AL, Bakamla, Polair hingga Bea Cukai.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan upaya pengawasan dan penegakan hukum terkait penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia. KKP berharap penguatan pengawasan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan sekaligus menekan kasus illegal fishing
Baru-baru ini, KKP menangkap kapal ikan Hong Kong yang mencuri ikan Napoleon dan menghukum pemilik kapal di darat, hingga menghukum nahkoda dan perwira kapal.
Di sisi lain, KKP mendorong investasi sektor perikanan dan kelautan guna memperkuat ekonomi biru Indonesia yang dilakukan dengan kepastian aturan dan penegakan aturan. KKP juga mengembangkan Kampung Nelayan sebagai daya Tarik investasi yang bisa memperkuat produksi perikanan dan kelautan yang bisa menghasilkan produk berkualitas.
KKP juga memanfaatkan kapal sitaan hasil kejahatan kasus illegal fishing dimanfaatkan untuk nelayan maupun Pemda hingga sekolah yang membutuhkan. Saat ini sudah ada 10 kapal sitaan illegal fishing sudah dihibahkan kepada masyarakat termasuk sekolah hingga nelayan.
KKP juga terus memperkuat kerjasama dengan negara tetangga dengan Malaysia hingga Australia hingga dalam memberantas illegal fishing melalui pengawasan kelautan dan perairan.
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 03/09/2026)

1 hour ago
2
















































