Video: Bankir Cemas Suku Bunga Naik Jika Inflasi Melonjak Efek Perang

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketegangan di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga komoditas energi global telah mendorong kenaikan inflasi banyak negara, imbasnya harapan bagi pemangkasan suku bunga acuan bank sentral di 2026 menipis.

Direktur Utama PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), Anton Hermawan memandang bahwa bank sentral AS, The Fed hingga Bank Indonesia akan sangat menahan diri untuk menurunkan level suku bunga acuan mengingat ancaman kenaikan inflasi masih sangat besar. Bahkan jika inflasi terus naik bukan tidak mungkin suku bunga akan naik

Bagi perbankan termasuk bank digital seperti Krom Bank, maka kondisi ketidakpastian global yang dapat menahan ekspansi dunia usaha sehingga akan mempengaruhi ke penyaluran kredit maupun dana pihak ketiga.

Perbankan saat ini terus mewaspadai dampak gejolak terhadap likuiditas perbankan, dimana bank digital harus menjaga level suku bunga agar dapat menarik likuiditas sekaligus menjaga penyaluran kredit.

Saat ini Krom Bank masih berfokus untuk meningkatkan nasabah muda/Gen Z sebagai peluang baru bagi sumber pertumbuhan dan penopang likuiditas melalui penyediaan produk yang dapat memenuhi tren dan perilaku anak muda.

Seperti apa bankir melihat dampak gejolak dunia ke suku bunga dan bisnis perbankan? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Utama PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), Anton Hermawan dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 04/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |