Banjarmasin, CNBC Indonesia - Pemerintah terus berupaya untuk bisa membuat UMKM naik kelas. Mulai dari membuat platform Sapa UMKM hingga memastikan ASN menggunakan produk lokal.
Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Yogia Prihartiny menjelaskan SAPA UMKM adalah platform untuk layanan informasi kepada UMKM. Mulai dari pendataan, akses program strategis, hingga peningkatan kompetensi manajerial.
"Kemudian ada layanan sertifikasi dan standarisasi produk, akses pembiayaan dan investasi. Kemudian juga ada penguatan kemitraan dan rantai pasok, serta perluasan akses pasar baik domestik maupun global," kata Yogia dalam acara Kota Masa Depan, di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, upaya untuk mengutamakan produk dalam negeri juga dilakukan dengan ASN menggunakan produk lokal. Dia juga mencontohkan tengah menggunakan sepatu yang berasal dari pengusaha lokal.
"Jadi memang kalau di tempat kita, kita ASN terdorong untuk menggunakan produk-produk lokal. Kemudian langkah ini tentu menjadi tujuan agar produk UMKM lebih terlihat, betapa mudah diakses oleh konsumen serta memiliki daya saing yang lebih baik dibandingkan produk impor," ucapnya.
Program Kota Masa Depan juga merupakan hasil sinergi Grab Indonesia dengan kementerian untuk pengusaha UMKM bisa segera mengadopsi teknologi digital.
Dengan program ini, dia mengharapkan bisa menjadi ruang untuk UMKM bisa belajar hingga mempercepat transformasi. Dengan begitu diharapkan bisa bersaing di pasar yang sangat dinamis.
"Dan kita berharap program masa depan di Banjarmasin ini dapat menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan dan percepatan transformasi bagi UMKM lokal agar semakin adaptif dalam perkembangan teknologi dan mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Banjarmasin Ananda mengatakan UMKM dituntut untuk bisa beradaptasi dengan pola konsumsi masyarakat. Termasuk bisa memanfaatkan teknologi yang disebutnya bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.
Pihak pemerintah kota sendiri juga terus berupaya melakukan berbagai pelatihan untuk penguatan ekosistem UMKM. Namun juga ada tantangan untuk memastikan produk buatan pengusaha lokal bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi.
"Oleh karena itu, saya memandang digitalisasi bukan sebagai pengganti cara perdagangan yang selama ini telah berjalan dengan baik, melainkan sebagai sarana untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan efisiensi dan membuka akses pasar yang lebih besar. UMKM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bertahan di tengah persaingan yang semakin dinamis," jelas Ananda.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































