Update Baru Petaka Bar Meledak di Tahun Baru Swiss, 47 Tewas-115 Luka

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 47 orang dilaporkan tewas dan 115 terluka, ketika ledakan disertai kebakaran melanda sebuah bar yang ramai di kota resor ski mewah Swiss, Crans-Montana, Kamis pagi. Peristiwa terjadi saat perayaan malam tahun baru digelar, menjadi bencana terburuk di awal tahun 2026.

Awalnya, komandan polisi setempat mengatakan bahwa pihak berwenang telah menghitung sekitar 40 orang meninggal dengan 115 orang terluka, dengan sebagian besar luka serius. Namun dalam update lain, duta besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado, mengatakan kepada AFP bahwa korban tewas berjumlah 47 orang.

"Ini adalah salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara kita," kata Presiden Swiss Guy Parmelin, dikutip Jumat (2/1/2026).

"Ini merupakan malapetaka dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat mengerikan," tambahnya.

Sementara itu, sekitar 400 orang berkumpul untuk kebaktian gereja di Crans-Montana untuk menghormati para korban. Ratusan orang lainnya berkumpul dalam keheningan di malam yang dingin untuk meletakkan bunga dan menyalakan lilin di dekat lokasi tragedi.

"Ada yang meninggal dan terluka, dan ada seseorang yang dekat dengan kami yang masih hilang. Kami tidak mendapat kabar tentang mereka," kata salah satu wanita, yang tidak ingin disebutkan namanya ke wartawan sebelum meletakkan karangan bunga.

Seorang turis dari New York merekam kobaran api oranye terang yang keluar dari bar. Ia mengatakan bahwa ia melihat orang-orang berlari dan berteriak.

"Orang-orang berlarian melewati kobaran api. Orang-orang menggunakan kursi untuk mencoba memecahkan jendela," kata seorang pemuda berusia 18 tahun, Alexis Lagger, kepada penyiar publik Swiss RTS.

Sementara itu, pihak berwenang mengatakan mereka masih menyelidiki penyebab kebakaran, yang meletus sesaat sebelum pukul 01.30 pagi (0030 GMT). Tetapi mereka menampik kebakaran terjadi karena aksi terorisme tertentu.

Laporan awal menunjukkan ledakan besar mungkin telah menyebabkan kebakaran di Le Constellation. Namun, kepala jaksa Wallis, Beatrice Pilloud, mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa "kebakaranlah yang menyebabkan ledakan", dan bukan sebaliknya.

Beberapa keterangan saksi, yang disiarkan oleh berbagai media, tampaknya mengarah pada kembang api yang dipasang di atas botol sampanye dan diangkat oleh staf restoran sebagai bagian dari "pertunjukan" rutin yang diadakan untuk para pelanggan. Bar itu sendiri memiliki kapasitas 300 orang, ditambah 40 orang lagi di terasnya.

"Ada pelayan dengan botol sampanye dan kembang api kecil. Mereka terlalu dekat dengan langit-langit, dan tiba-tiba semuanya terbakar," kata Axel, seorang saksi yang hadir pada saat kejadian, kepada media Italia Local Team.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |