UMSU Kukuhkan Guru Besar Studi Islam, Mendikdasmen Soroti Krisis Kebenaran Di Era Digital

3 hours ago 1

MEDAN (Waspada.id): Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI sekaligus Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed menyoroti krisis kebenaran di era digital dalam acara pengukuhan guru besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Auditorium kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Senin (16/2).

“Kebenaran itu tidak punya harapan, tidak punya masa lalu, tapi kita tidak boleh putus asa dalam mencari kebenaran,” katanya mengutip Buku The Future of Truth saat menyampaikan sambutan pengukuhan sekaligus memberikan pesan dan refleksi tantangan era post-truth dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Buku karya Werner Herzog menarik karena berisikan tentang dunia yang semakin kesulitan menentukan, mana fakta yang pabrikasi, mana yang hak dan mana yang hoax.

Dia menyoroti, kecerdasan yang lahir dari teknologi atau artificial inteligent yang merupakan kelanjutan dari kehadiran komputer. AI telah merubah tata kehiduapan manusia sehingga semakin tidak percaya kepada Tuhan.

“Di era ini, Agama selalu menghadapi tantangan salah satunya Atheisme. Kemajuan teknologi membuat manusia merasa dirinya berkuasa padahal itu kehendak Tuhan,” tutur Mendikdasman.

Menurutnya, di era post-truth, kebenaran tidak lagi ditentukan oleh ilmu atau hukum, melainkan oleh popularitas dan viralitas, “Viralitas sendiri bisa dikerjakan oleh robot,” tegasnya.

Prof. Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat manusia semakin tidak percaya kepada Tuhan dan mengalami kesepian serta kekosongan makna,

“Di sinilah kehadiran tokoh agama dan cendekiawan tetap diperlukan karena AI tidak bisa membangun mana yang benar dan mana yang salah,” ujarnya.

Menurut Menteri, kehadiran sosok ulul albab dan ulul abshar mampu memandu masyarakat dengan ilmu dan wawasan. Di era saat ini, Profesor bukan sekadar pangkat akademik, namun harus memiliki tiga keteladanan yaitu intelektual, agent of change peradaban, dan agent of change spiritual.

Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan tahniah atas dikukuhkannya Dosen UMSU sekaligus Bendahara PWM Sumut Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A dalam bidang Studi Islam.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si melalui tayangan video menyampaikan pesan mendalam kepada Guru Besar yang dikukuhkan.

“Saya yakin bagi semua dosen ketika memperoleh gelar doktor dan kepangkatan itu merupakan capaian tertinggi dengan susah payah. Proses ini menunjukkan perjalanan akademik yang tidak formalitas, tapi perjuangan keilmuan sebagai insan muslim dan kader Muhammadiyah. Jadikan ini proses awal perjalanan ilmu, bukan akhir,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar kehadiran Guru Besar tidak sekadar menjadi simbol akademik.

“Jangan sampai kehadiran guru besar memperbanyak menara gading di PTMA. Diharapkan juga memberikan dampak yang signifikan di UMSU dan PTMA,” tegasnya.

Kemudian, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan yang kedua di tahun 2026. Tahun ini UMSU menargetkan tujuh Guru Besar baru dan secara keseluruhan terdapat 34 Guru Besar yang sedang berproses.

“Proses hari ini yang kedua di tahun ini. Kami berharap apa yang disampaikan dalam pidato pengukuhan ini menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menjaga kualitas universitas,” katanya.

UMSU juga terus mengembangkan program studi, termasuk peningkatan D3 Perpajakan menjadi S1 Perpajakan serta akselerasi pendirian program spesialis Bedah, Paru dan Respirasi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Selain itu, tengah diupayakan pembukaan program spesialis Anak, Penyakit Dalam, dan Neurologi, serta pengembangan program studi non kedokteran seperti Psikologi, Hubungan Internasional, Bisnis Digital, hingga Rekayasa Keamanan Siber.

“Capaian hari ini tidak terlepas dari semua pihak. Yang paling menarik, proses pengusulan Guru Besar Prof. Qorib ini luar biasa cepat, Oktober 2025 diajukan dan langsung disetujui untuk diproses,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A yang juga Bendahara PWM Sumut dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Agama, Etika Profetik dan Keadaban Publik”, menyoroti kompleksitas tantangan agama di era modern. Dia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi telah menyedot perhatian masyarakat, bahkan membuat sebagian orang menganggap agama tidak lagi penting.

“Agama saat ini memiliki masalah yang kompleks. Kemajuan teknologi menyedot perhatian yang tidak kecil. Bagi sebagian orang, agama tidak penting dan harus ditinggalkan,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa agama sejatinya mengintegrasikan dua entitas yang tidak terpisahkan dan bertujuan untuk menghadirkan kesejahteraan. Namun ia mempertanyakan realitas yang terjadi saat ini.

“Mengapa umat beragama tidak sejahtera padahal agama hadir untuk mensejahterahkan?” katanya.

“Keadaban digital masyarakat Indonesia sangat rendah padahal dikenal religius. Dikenal santun, tapi beringas di media sosial,” tegasnya.

Dia juga mengkritisi fenomena komodifikasi agama dan pemahaman yang tidak inklusif. “Pemahaman agama yang tidak inklusif dan konklusif, hanya untuk kepentingan dagang,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena kesalahan dalam memahami dan menerapkan agama secara sosial. “Kita memahaminya hanya secara normatif, bukan dalam konteks sosial-historisnya,” jelasnya.

Prof. Qorib menekankan pentingnya Etika Profetik yang mengandung nilai humanisasi dan transendensi sebagai solusi membangun keadaban publik.

Hadir Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D, Wakil Bendahara Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Muhammad Sofyan, M.T., Koornas Program MBM PP Muhammadiyah Dr. M. Nurul Yamin, Sekretaris PWM Sumut Irwan Syahputra, MA, Ketua PWA Sumut Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag, Anggota DPRD Kota Medan DPRD Kota Medan Edi Saputra, ST, para Kepala UPT Kemendikdasmen, Koordinator Kopertais Wilayah IX, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut dan kota Medan, Para Pimpinan Perguruan Tinggi, para Tokoh Lintas Iman, 27 PDM/PDA Se-Sumut serta para keluarga Guru Besar.(wsp.id)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |