Umat Muslim Inggris Diminta Lebih Hemat Air Saat Berwudu

11 hours ago 3

Jakarta, CNBC IndonesiaBadan regulator air Inggris mengajak umat Muslim untuk menghemat penggunaan air saat berwudu. Pada saat yang sama, komunitas Asia juga didorong mengurangi penggunaan air ketika mencuci beras. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Inggris mendorong penggunaan air yang lebih efisien di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang budaya dan agama.

Melansir Middle East Eye, inisiatif yang didanai Ofwat, regulator layanan air Inggris, ini melibatkan perusahaan air, organisasi amal, kelompok keagamaan, hingga sejumlah lembaga lainnya. Salah satu proyek percontohannya digelar di Cambridge melalui kerja sama South Staffordshire Water, Fakultas Teologi Universitas Cambridge, dan Cambridge Central Mosque, yang dikenal sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Inggris.

Dalam proyek tersebut, umat Muslim diajak membatasi penggunaan air untuk wudu hingga satu liter setiap kali berwudu. Menurut Ofwat, kebiasaan sederhana ini berpotensi menghemat hingga 55 liter air per orang setiap hari. Perhitungan itu mengacu pada perkiraan bahwa sebagian orang dapat menggunakan hingga 12 liter air mengalir untuk berwudu lima kali sehari.

Jika diterapkan secara luas, uji coba tersebut diperkirakan dapat menghemat hingga 5.900 liter air setiap hari di Cambridge.

Tak hanya soal wudu, inisiatif tersebut juga mendorong penyebaran panduan penggunaan air secara hemat melalui berbagai saluran, termasuk televisi Islam. Meski demikian, laporan proyek mengingatkan perusahaan air agar menyampaikan pesan tersebut secara hati-hati dan tidak menimbulkan anggapan bahwa umat Muslim lebih boros air dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

Libatkan Koki MasterChef

Program efisiensi air tersebut tidak hanya menyasar praktik wudu. Menurut laporan The Telegraph, inisiatif lain yang menggunakan dana pembayar pajak sebesar £270.000 melibatkan Ping Coombes, koki yang memenangkan MasterChef Inggris pada 2014.

Coombes dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat keturunan Asia mengenai cara menghemat air ketika memasak, termasuk saat mencuci beras.

Dalam sebuah video di YouTube, Coombes menyoroti kebiasaan mencuci beras berkali-kali hingga air bilasan terlihat bening.

"Sudah menjadi kebiasaan umum untuk mencuci beras sebanyak lima hingga tujuh kali sampai airnya terlihat bening," ujar Coombes. Ia mengatakan dirinya hanya mencuci beras sebanyak dua kali.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |