Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Turki atau Türkiye Cumhuriyet Merkez Bankası (TCMB) menjual dan melakukan swap sekitar 60 ton emas senilai lebih dari US$8 miliar dalam dua minggu setelah pecahnya perang Iran.
Cadangan emas Turki pun turun sebesar 6 ton pada pekan yang berakhir pada 13 Maret 2026 dan kembali menyusut 52,4 ton pada pekan 20 Maret. Penurunan ini menandai pengurangan tajam dalam cadangan negara tersebut.
Sebagian emas dijual secara langsung, sementara sebagian besar lainnya digunakan untuk memperoleh valuta asing atau lira melalui perjanjian swap, menurut sumber yang mengetahui transaksi tersebut.
Penjualan dan transaksi swap ini terjadi dalam dua minggu setelah perang Iran dimulai. Langkah tersebut turut menambah tekanan penurunan pada harga emas global.
Foto: Reuters
Cadangan emas Turki
Menurut Reuters, nilai penjualan emas sekitar US$3 miliar emas pekan lalu.TCMB menambah total US$26 miliar penjualan valuta asing yang telah dilakukan sejak perang Iran dimulai hampir sebulan lalu. Langkah ini mencerminkan upaya otoritas untuk menstabilkan pasar.
Volatilitas pasar meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari mempercepat penjualan valuta asing, yang menyebabkan penurunan berkelanjutan cadangan bank sentral akibat kombinasi penjualan valas dan turunnya harga emas global.
Secara terpisah, para bankir memperkirakan bahwa penurunan harga emas sekitar 10% pekan lalu menyebabkan nilai cadangan emas bank sentral turun hampir US$8 miliar. Akibatnya, nilai emas dalam total cadangan bank sentral turun sekitar US$18 miliar dalam sepekan, dipicu oleh swap emas, penjualan, serta penurunan harga emas global.
Cadangan devisa bruto naik sebesar US$5,8 miliar pekan lalu. Namun total Cadangan yang merupakan gabungan keduanya justru turun US$12,2 miliar menjadi US$177,5 miliar.
Bank sentral menolak memberikan komentar terkait angka-angka tersebut.
Foto: Reuters
Cadangan bersih emas Turki dalam dolar AS
Kabar lain menyebut jika bank sentral berencana memanfaatkan cadangan emasnya sebesar US$135 miliar untuk menstabilkan Lira Turki sejak Selasa (24/3/2026).
Turki menargetkan akses sekitar US$30 miliar emas yang tersimpan di Bank of England melalui mekanisme gold-for-cash swap, sehingga dapat menghindari kendala logistik pemindahan emas fisik.
Turki tengah menghadapi tekanan ekonomi yang signifikan, termasuk lonjakan harga minyak dan inflasi domestik yang tinggi, sehingga mendorong langkah cepat untuk melindungi mata uangnya. Para analis pasar memantau ketat tingkat pembiayaan, dengan potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut jika swap emas tidak mampu menstabilkan Lira.
Mata uang lira ambruk le level terlemah sepanjang sejarah pada Jumat (27/3/2026). Kondisi ini membuat negara yang dipimpin Recep Tayyip Erdoğan ini harus mencari cara menyelamatkan ekonomi.
Dengan nilai tukar yang merosot ke level terendah dan tekanan dari konflik Iran yang membebani ekonomi, bank sentral melangkah lebih jauh dari sekadar kenaikan suku bunga untuk memperkuat mata uang domestik.
Jaring Pengaman US$135 Miliar di Tengah Gejolak Global
Cadangan emas Turki selama ini menjadi kebanggaan nasional sekaligus penyangga untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Dengan cadangan devisa yang tertekan, hanya US$47,8 miliar dibanding US$134,1 miliar dalam bentuk emas, keputusan untuk mengoptimalkan emas menjadi langkah yang semakin masuk akal.
Menurut data World Gold Council, bank sentral Turki menjadi salah satu yang paling rajin menumpuk emas sejak 2022. Pada 2024, misalnya, Turki memborong 75 ton emas.
Karena itulah, aksi jua ini menjadi perhatian karena Turki akhirnya menggunakan cadangannya sebagai "kartu penyelamat".
(mae/mae)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































