Tiap Hari Mandi Debu, 3000-an Warga Tanjong Ara Blokir Jalan Jambo Aye-Langkahan

6 hours ago 2
Aceh

31 Maret 202631 Maret 2026

Tiap Hari Mandi Debu, 3000-an Warga Tanjong Ara Blokir Jalan Jambo Aye-Langkahan Masyarakat Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Senin (30/3) memblokir jalan dengan menaruh kursi, sofa, dan menanam pohong pisang di badan jalan itu. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Oeh tameusue ipeugah galak that berontak. Han tablokir jalan nyoe, jadeh mate teuh lam abee. Ka seulamat teuh bak ie raya, bek sampe meuputie teuh lam abee (Saat kita bersuara, dibilang suka memberontak. Kalau jalan ini tidak diblokir, sepertinya kami mati dalam debu. Sudah selamat dari bencana banjir besar, jangan sampai tidak selamat dari debu).”

UNGKAPAN di atas disampaikan oleh tokoh masyarakat Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Syarifuddin atau yang akrab disapa Abi Haikal kepada Waspada.id, Selasa (31/3) siang via telepon.

Kata Abi Haikal, pembangunan perkerasan jalan utama sepanjang 1 km, yang menghubungkan Kecamatan Tanah Jambo Aye-Kecamatan Langkahan ini telah ditelantarkan oleh pihak rekanan sejak lima bulan terakhir. Akibatnya, warga yang tinggal di lintasan jalan tersebut setiap hari ‘mandi’ debu yang diterbangkan oleh ratusan unit kendaraan yang melintas di jalan tersebut setiap harinya.

Mulai dari topi, baju, dan celana koordintor lapangan pemblokiran jalan utama penghubung Kecamatan Tanah jambo Aye-Langkahan, terlihat dipenuhi debu yang diterbangkan kendaraan bermotor dari proyek perkerasan jalan itu. Waspada.id/Ist

Debu tebal berukuran halus yang diterbangkan oleh berbagai jenis kendaraan bermotor bukan hanya mengotori bagian luar dan atap rumah, tetapi debu juga masuk ke dalam rumah masyarakat lewat celah-celah pintu, jendela dan ventilasi. Debu-debu tersebut menutupi furnitur, peralatan elektronik hingga lantai rumah.

Fenomena ini menimbulkan dampak negatif bagi 3000-an warga Gampong Tanjong Ara, Kecamatan tanah Jambo Aye, Aceh Utara ini. Betapa tidak, debu halus yang terhirup oleh masyarakat dapat menyebabkan batuk, alergi, sesak napas hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

“Sudah lima bulan jalan ini ditelantarkan. Tidak pernah disiram. Dampaknya diterima oleh seluruh warga Gampong Tanjong Ara. Setiap hari kami terpaksa ‘mandi’ debu. Banyak Lansia, Balita dan anak-anak yang batuk-batuk dan ada yang sesak napas. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka tidak tertutup kemungkinan ada warga kami yang mati oleh debu tersebut,” kata Abi Haikal.

Efek dari pemblokiran jalan, pengendara kendaraan bermotor terpaksa merayap dan antre saat melintas di jalan utama penghubung Jambo Aye-Langkahan. Waspada.id/Ist

Solusi yang diambil oleh masyarakat Gampong Tanjong Ara, kata Abi Haikal, seluruh tokoh masyarakat gampong tersebut mulai dari geusyiek, tuha 4, ketua pemuda dan diikuti oleh seluruh masyarakat, Senin (30/3) siang, memblokir jalan tersebut dengan menanam pohon pisang di badan jalan, menaruh kursi, dan sofa di jalan itu.

Tujuannya, kata Abi Haikal, agar warga yang melintas di jalan tersebut dapat mengurangi kecepatan kendaraan mereka sehingga kepulan debu tidak terlalu tebal. “Memblokir bukan berarti warga tidak boleh melintas, tetapi pemblokiran kita lakukan, agar warga yang melintas dapat mengurangi kecepatan kendaraan mereka.”

Abi Haikal mewakili seluruh tokoh masyarakat gampong setempat, meminta rekanan yang melaksanakan pekerjaan perkerasan jalan ini untuk bertanggungjawab dengan cara segera menyelesaikan pekerjaan pembangunan jalan tersebut. “Selain itu, mohon jalan ini disiram setiap hari. Jangan biarkan kami mati gara-gara menghirup debu dari proyek jalan tersebut. Kemudian, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diminta untuk tidak buta hati dalam melihat fenomena ini, dan diminta untuk berempati sedikit kepada masyarakatnya.”

Kata Abi Haikal, selain berefek pada penurunan kesehatan masyarakat juga terpaksa harus bekerja ekstra keras setiap hari untuk menyapu dan mengepel rumah berkali-kali dalam sehari. Kondisi ini menyebabkan tidaknyaman dan kelelahan. (Maimun Asnawi, S.HI., M.Kom.I/Waspada.id)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |