Thailand Pangkas Standar Gula Nasional, Normal Sweet Cuma 50%

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sembilan jaringan kedai kopi di Thailand, yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, sepakat memangkas standar gula di minuman mereka. Langkah ini dilakukan demi menurunkan risiko kesehatan akibat gula sekaligus menghindari pajak yang lebih besar. 

Laporan Bangkok Post menyebut, dalam kampanye yang resmi dimulai pada awal Februari, memesan minuman dengan "tingkat kemanisan normal" secara otomatis berarti 50% lebih sedikit gula daripada resep aslinya.

Berdasarkan pedoman baru, kopi 480 ml yang sebelumnya mengandung sekitar 7,3 sendok teh gula kini hanya mengandung 3,7 sendok teh, sedangkan es teh atau es teh susu akan turun dari 6,6 menjadi 3,3 sendok teh.

Mengutip laporan Guardian, masyarakat Thailand mengonsumsi rata-rata 21 sendok teh gula per hari - jauh lebih banyak daripada batas harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia yaitu enam sendok teh.

Thailand secara historis menjadi salah satu konsumen kalori terbesar di Asia dari minuman manis, termasuk Thai Tea yang populer di seluruh dunia. 

Pemerintah Thailand telah menerapkan sejumlah langkah untuk mengatasi gula, termasuk pajak gula, yang diperkenalkan secara bertahap sejak 2017. 

Pojjana Hunchangsith, asisten profesor di Universitas Mahidol mengatakan pajak tersebut terbukti efektif mengurangi konsumsi gula nasional. 

"Salah satu dampak terbesar adalah reformulasi produk, banyak produsen menurunkan kadar gula untuk menghindari tarif pajak yang lebih tinggi," katanya.

Inisiatif pemerintah terbaru akan mencakup beberapa jaringan kafe terbesar di Negeri Gajah. Banyak toko sudah menampilkan kartu yang menawarkan pelanggan berbagai tingkat kemanisan: 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Dengan adanya kampanye baru ini, untuk minuman tertentu, kemanisan 100% akan memiliki kadar gula setengah dari sebelumnya.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |