
KUTACANE (Waspada): Berbagai kalangan di Aceh Tenggara mengapresiasi kinerja Bupati HM Salim Fakhry, menyusul temuan lokasi pengoplos beras, Kamis (3/4) dinihari.
Apresiasi tersebut datang dari Bupati Lumbung Informasi Rakyat Aceh Tenggara dan aktivis Fajri Gegoh serta beberapa tokoh masyarakat Agara lainnya.
“Salut dan dukungan penuh buat Bupati HM Salim Fakhry, karena turun langsung ke lokasi pengoplosan beras yang meresahkan warga tersebut,” ujar Bupati LIRA Agara, M.Saleh Selian.
Sangat jarang kejadiannya di tengah malam, seorang Bupati mau turun langsung ke gudang pengoplosan beras bersama pihak kepolisian.
Ini baru terjadi dan tindakan Bupati Salim Fakhry membuat mata publik terbelalak dan tersentak karena berhasil menemukan lokasi dan oknum pengoplos beras di Kute Terutung Seperti kecamatan Bambel yang diduga telah lama beroperasi.
Baca juga:
Lebih lanjut disampaikan Bupati LIRA Muhammad Saleh Selian, seharusnya dan idealnya, standar Beras Bulog meliputi Derajat Sosoh 95 perse , Kadar Air Maksimal 14 persen, Butir Patah Maksimal 25 persen kemudian Butir Menir 2 persen .
Diduga oknum yang melakukan pengoplosan beras dan membuat seolah beras yang dioplos standar Bulog tersebut, bermain pada butir menir dan melampaui batas maksimal.
Jika beras yang digrebek dan diduga beras oplosan seperti itu, sangat disayangkan karena sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Logikanya, ujar Saleh lagi, jika beras Serang, IR, atau beras kampung dijadikan Beras Bulog, campuran butir menirnya tak boleh melebihi batas maksimal 2 persen.
Sebab itu, dalam kejadian dan kasus beras oplosan tersebut, Bulog juga harus dimintai keterangan, apalagi jika ada menampung beras tak sesuai standar sebab pihak Bulog sangat mengerti beras yang memenuhi standar atau tidak. “Bulog harus melakukan uji lab forensik terhadap beras yang diduga kuat tersebut di oplos,” sebutnya.
Kemudian, dari unsur Mens rea pencampuran beras di gudang tertutup atau tidak resmi tanpa pengawasan dari pihak terkait seperti Bulog, juga pantas dicurigai.
Fajri Gegoh salah seorang aktivis di Agara menambahkan, selama ini pihaknya sering mendapat informasi banyak beras yang dimasak warga kualitasnya sangat buruk. “Di masak siang hari tapi sore hari telah basi, bahkan rasanya tak enak, tak seperti rasa beras buka. Oplosan dan beras itu umumnya dibeli di kawasan pajak pagi Kutacane dan jalan menuju pajak pagi,” ujar Gegoh.

Bahkan, banyak warga yang mengaku salah tanggap jika memasak beras yang diduga oplosan tersebut. Sebagian warga beranggapan magiccom alat memasak mereka yang rusak karena nasi yang dimasak cepat basi dan rasanya pun tak enak.
Sebab itu, Gegoh dan warga lainnya mendukung penuh tindakan Bupati Salim Fakhry bersama pihak kepolisian menggrebek gudang tempat mengoplos beras di Terutung Seprei tersebut. Karena, telah memutus mata rantai dan memutus peredaran beras oplosan yang selama ini di konsumsi warga Aceh Tenggara.
Gegoh juga menduga jika beras oplosan tersebut, telah banyak yang dikonsumsi warga, terutama warga yang terdampak banjir dan musibah kebakaran, karena beras itu umumnya dikeluarkan dari Bulog Kutacane.
Bupati HM Salim Fakhry kepada Waspada, usai menggelar Halalbihalal bersama warga Kecamatan Lawe Sigalagala, Babul Rahmah dan Semadam di kediaman pribadi Bupati, Kamis (3/4) membenarkan penggrebekan gudang pengoplosan beras di Kute Terutung Seprei bersama pihak kepolisian tersebut.

Berdasarkan keterangan pelaku pengoplos beras MMT di TKP, beras yang dioplos tersebut telah dimasukkan ke Bulog Kutacane sebanyak 400 ton.
Sebelum dioplos, lanjut Bupati, beras patah-patah tersebut dipesan dari Kisaran, agar terlihat seperti beras premium, pelaku membeli beras berkualitas tinggi dari kawasan Ngkeran Kecamatan Lawe Alas.
Selanjutnya beras itu dicampur dan diolah seperti beras premium berkualitas tinggi di gudang di Terutung Seprei, kemudian pelaku dalam memasukkan beras ke Bulog, ada kerja sama dengan pihak Bulog Kutacane. “Apa dan bagaimana selanjutnya proses hukumnya, kita serahkan dan kita percayakan sepenuhnya pada pihak kepolisian,” pungkas Bupati Salim Fakhry.(b16).
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.