Tarif Resiprokal Trump Bisa Picu Harga Pangan Indonesia Naik

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memperingatkan kebijakan tarif perjanjian dagang (Agreement Reciprocal Tariff/ART) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi menekan harga pangan di Indonesia. Hal ini terutama berkaitan dengan komoditas pangan yang masih bergantung pada impor.

Tauhid menjelaskan, perubahan kebijakan tarif global dapat mempengaruhi berbagai komponen biaya dalam perdagangan, mulai dari nilai tukar hingga logistik. Dampak pada akhirnya akan diteruskan ke harga produk di dalam negeri.

Menurutnya, tekanan tersebut akan langsung tercermin pada harga pangan, terutama pada kontrak perdagangan yang baru dilakukan.

"Jadi itu ditransmisikan ke harga, harga produk akan naik, terutama yang kontraknya baru. Kalau yang kontraknya lama pasti masih bisa negosiasi, tapi untuk kontrak yang baru, pasti melihat harga on the spot," kata Tauhid saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Meski demikian, Tauhid mengatakan, besaran kenaikan harga pangan belum dapat dipastikan saat ini karena masih memerlukan perhitungan lebih lanjut.

Ia menilai, pemerintah perlu mencermati potensi dampak kebijakan tarif global terhadap stabilitas harga pangan domestik, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada pasokan impor.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |