Target Huntara Jelang Ramadan Belum Tercapai, Ribuan Warga Aceh Masih Bertahan di Tenda

3 hours ago 4
Aceh

19 Februari 202619 Februari 2026

Target Huntara Jelang Ramadan Belum Tercapai, Ribuan Warga Aceh Masih Bertahan di Tenda Tempat pengungsian korban bencana hidrometerologi Aceh di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Hingga Selasa (17/2/2026), setidaknya tempat pengungsian masih ditempati sekitar 500 warga yang kehilangan tempt tinggalnya. Waspada.id/Hulwa Dzakira

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Memasuki awal Ramadhan 1447 Hijriah, sebanyak 12.144 warga Aceh masih bertahan di pengungsian dan tinggal di tenda-tenda darurat akibat hunian sementara (huntara) yang belum sepenuhnya rampung.

Pemerintah Aceh menyatakan percepatan pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap) terus dilakukan, namun di lapangan sebagian pengungsi masih harus menjalani ibadah puasa di tempat pengungsian.

Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan penyediaan hunian layak menjadi prioritas utama dalam masa pemulihan pascabencana.

“Per 17 Februari 2026, jumlah pengungsi yang masih berada di tenda tercatat sekitar 12.144 jiwa. Karena itu, percepatan pembangunan huntara dan huntap terus kita kebut,” ujar Safrizal, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan data Satgas PRR, pembangunan huntara di Aceh direncanakan sebanyak 14.967 unit. Hingga kini, baru 6.676 unit yang terbangun. Sementara itu, huntap ditargetkan sebanyak 9.246 unit, namun realisasinya masih 302 unit.

Safrizal juga menyebutkan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah menjangkau 4.929 dari total 5.251 penerima atau sekitar 94 persen, sebagai penyangga sementara bagi warga yang belum memiliki tempat tinggal layak.

Kondisi memprihantinkan terlihat di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Berdasarkan pantauan Waspada.id, hingga Selasa (17/2/2026), sekitar 500 jiwa masih bertahan di tenda darurat milik BNPB. Pembangunan huntara di desa tersebut juga belum rampung, sehingga relokasi warga belum dapat dilakukan.

Kepala Desa Meunasah Raya, Abdul Halim Ishak, menyebutkan huntara yang tersedia baru sekitar 80 unit, sementara kebutuhan warga mencapai lebih dari 150 unit.

“Warga masih banyak yang bertahan di tenda. Menjelang Ramadan, kondisi ini tentu semakin berat bagi masyarakat,” katanya.

Sejumlah warga mengaku tidak memiliki alternatif tempat tinggal lain karena rumah mereka rusak berat dan tidak lagi layak huni. Harapan mereka kini tertuju pada percepatan penyediaan huntara agar dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih layak.

Sebelumnya, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan huntara rampung sebelum Ramadan. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan pembangunan 1.200 unit huntara bagi penyintas bencana di Sumatera ditargetkan selesai sebelum Ramadan 1447 H.

“Huntara yang dibangun Kementerian PU ditargetkan selesai sebelum Ramadan,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (4/2/2026) sebagaimana dikutip dari Antara News.

Jelang bulan suci, ribuan pengungsi Aceh masih harus bertahan di bawah tenda darurat, menunggu hunian sementara yang dijanjikan dapat segera ditempati. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |