Presiden Prabowo Subianto memastikan kebangkitan perekonomian Indonesia akan bertumpu pada masyarakat bawah, khususnya warga pedesaan di berbagai daerah. Prabowo menilai geliat ekonomi desa kini mulai terlihat berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebutnya mampu mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
“Saya dapat laporan dari kepala daerah, gubernur, bupati, sekarang mereka baru melihat hasil riil, dampak riil dari kebijakan kita. Mereka katakan di tingkat mereka bahwa konsumsi rumah tangga meningkat,” ujar Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan optimistis kepada investor dengan menegaskan bahwa ekonomi Indonesia sedang berada pada fase ekspansi. Ia merujuk pada indikator Leading Economic Index/Coincident Economic Index (LEI/CEI) yang diterbitkan The Conference Board, yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi nasional tengah membaik, bukan melemah. “Kita tidak sedang runtuh ekonominya, kita sedang membaik, mengarah ke pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Purbaya menjelaskan fase ekspansi ekonomi Indonesia diperkirakan berlangsung selama 10 tahun, dimulai setelah 2023 dan diproyeksikan berlanjut hingga 2033. Ia juga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 dapat menembus kisaran 5,6% hingga 6%. Selain itu, ia menambahkan bahwa kinerja kredit perbankan diprediksi kembali mengalami percepatan dengan pertumbuhan dua digit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dari sisi investasi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengungkapkan Singapura menjadi penyumbang investasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BKPM, Singapura mencatat investasi langsung asing sebesar US$ 17,4 miliar sepanjang Januari-Desember 2025. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Secara keseluruhan, realisasi penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) yang masuk ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp 900,9 triliun. Angka tersebut tumbuh tipis 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 900,2 triliun. BKPM mencatat kontribusi terbesar berasal dari lima negara utama, yang mayoritas merupakan negara-negara Asia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3 hours ago
5
















































