Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih saat ini.
Menko yang kerap disapa Zulhas ini melaporkan dari 80.000 unit yang ditargetkan, sebanyak 30.008 unit akan selesai dibangun dan beroperasi tahun ini.
"Kopdes Merah Putih yang akan selesai dibangun dan beroperasi tahun ini sebanyak 30.008 unit," kata Zulhas dalam diskusi panel di Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Dari total 83.297 desa dan kelurahan di Indonesia, koperasi desa ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus pengumpul atau offtaker hasil produksi masyarakat.
"Kopdes ini nanti dia akan berfungsi sebagai off-taker dari usaha-usaha rakyat yang ada di desa itu, apakah di bidang UMKM, peternakan, perikanan, atau lainnya," lanjut Zulhas.
Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Tak hanya itu saja, gabah, jagung, dan komoditas lain yang dijual di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), akan ditampung koperasi desa melalui kerja sama Bulog.
"Kalau tidak bisa ditampung oleh pasar, maka Kopdes ini akan berfungsi sebagai off-taker gabah. Kalau tidak sesuai dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah, maka nanti Kopdes akan kerjasama dengan Bulog yang berfungsi sebagai off-taker jagung dan lain-lain, sehingga rakyat di desa itu dia punya kepercayaan bahwa hasil produksi mereka ada yang membeli," jelasnya.
Selain itu, Zulhas menjelaskan koperasi desa juga akan menjadi pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di desa.
Dalam tata kelola SPPG, Zulkifli menyebut hanya usaha desa setempat seperti BUMDes, koperasi desa, atau UMKM yang dapat menjadi pemasok
"Kopdes ini nanti dia akan menjadi supplier dari SPPG, supplier-nya sudah diatur, karena dalam tata kelola SPPG, MBG itu diatur, nanti yang bisa men-supply ke SPPG itu usaha desa setempat, boleh BUMDes, boleh koperasi, boleh UMKM dan lain-lain," terangnya.
Dari sisi tenaga kerja, Zulhas menyebut setiap Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 20 orang.
"Kopdes dapat menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 20 orang. Jadi kalau bisa 80.000 terbangun, dia akan menyerap tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta orang, itu belum termasuk mitra yang tidak langsung," ujarnya.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































