Studi Ungkap Efek Tidur Siang Setiap Hari: Berisiko Mati Muda

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia -- Tidur siang memang nikmat. Namun, menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA), tidur siang setiap hari dapat berdampak negatif pada kesehatan, bahkan umur Anda.

Studi ini meneliti kohort yang terdiri dari 1.338 orang dewasa berusia 56 tahun ke atas selama hingga 19 tahun. Para peneliti menemukan bahwa sering tidur siang dikaitkan dengan angka kematian akibat berbagai penyebab, terlepas dari durasi tidur siang. 

Menurut data dari Rush Memory and Aging Project, yang dimulai pada 1997, sekitar 20% hingga 60% orang dewasa lanjut usia tidur siang setiap hari sebagai cara untuk meningkatkan energi. Namun, yang mereka temukan adalah peningkatan risiko neurodegenerasi, penyakit kardiovaskular, dan penyakit serius bagi orang dewasa lanjut usia yang terlalu sering tidur siang, bahkan ketika mereka merasa cukup istirahat.

Para peneliti pertama kali mendefinisikan "tidur siang" yang mencakup setiap  tidur dari pukul 9 pagi hingga 7 malam. Setiap jam tambahan tidur siang per hari dikaitkan dengan risiko kematian 13% lebih tinggi. Setiap tidur siang tambahan per hari meningkatkan risiko kematian sebesar 7%. Selain itu, mereka yang tidur siang di pagi hari memiliki risiko kematian 30% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur siang di sore hari.

"Studi kami adalah salah satu yang pertama menunjukkan hubungan antara pola tidur siang yang diukur secara objektif dan angka kematian. Studi ini menunjukkan bahwa ada nilai klinis yang sangat besar dalam melacak pola tidur siang untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini," kata Chenlu Gao, PhD, peneliti di Departemen Anestesiologi di Mass General Brigham dan penulis utama studi ini, seperti dikutip dari Real Simple.

"Sekarang kita tahu ada korelasi yang kuat antara pola tidur siang dan angka kematian," tambah Gao, sambil menekankan hubungan antara tidur siang dan angka kematian sebagai korelasi, bukan sebab akibat.

Faktor Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan

Perlu dicatat bahwa ada variabel yang kemungkinan memengaruhi tidur siang dan angka kematian. Misalnya, kondisi kronis (seperti masalah tiroid, diabetes, dan gangguan kesehatan mental) dapat meningkatkan kelelahan di siang hari, membuat tidur siang di sore hari menjadi lebih menggoda. Studi ini tidak memperhitungkan peserta mana yang memiliki kondisi ini. 

Para peneliti juga menyoroti masalah yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular sebagai penyebab lain kelelahan di siang hari, menjelaskan bagaimana tidur siang dapat terjadi akibat gangguan tidur atau ketidaksesuaian ritme sirkadian.

Intinya, jangan langsung menghindari tidur siang, sebab diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana tidur siang memengaruhi kesehatan kita.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |