Solusi Air Bersih Pascabanjir, 50 Mahasiswa DPM Unsam Terapkan Teknologi Smart Water Hybrid System Di Pesisir Aceh

3 hours ago 1
AcehPendidikan

18 Februari 202618 Februari 2026

Solusi Air Bersih Pascabanjir, 50 Mahasiswa DPM Unsam Terapkan Teknologi Smart Water Hybrid System Di Pesisir Aceh Mahasiswa DPM Universitas Samudra saat melaksanakan program penguatan ketahanan air bersih dengan menerapkan Teknologi Smart Water Hybrid System di Pesisir Aceh di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (18/02/2026). Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Universitas Samudra melalui program kegiatan mahasiswa berdampak dan pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana Sumatra, Kemendiktisaintek Tahun 2026 melaksanakan penguatan ketahanan air bersih di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (18/02/2026).

Kegiatan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Aceh dalam Pemulihan Dampak Bencana Banjir melalui Pengembangan Teknologi Smart Water Treatment Hybrid System sebagai Solusi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih dan Perbaikan Kualitas Hidup Masyarakat Terdampak Bencana.

Program dipimpin Dr. Nasruddin, S.T., M.T dengan anggota dosen Khairul Muttaqin, S.ST., M.Kom serta melibatkan 50 mahasiswa organisasi DPM Universitas Samudra. Selama 20 hari pelaksanaan di lapangan, mahasiswa menjalankan rangkaian kegiatan terstruktur mulai dari tahap identifikasi masalah hingga pemasangan dan serah terima teknologi.

Menurut Dr. Nasruddin, S.T., M.T, pada hari-hari awal, tim dosen bersama mahasiswa melakukan survei kondisi pascabanjir dengan memetakan sumber air yang tercemar, mengukur tingkat kekeruhan, serta mendiskusikan kebutuhan air bersih bersama masyarakat mitra kelompok PKK dan Pemuda.

Kemudian, tahap berikutnya diisi dengan aktivitas pembersihan dan perencanaan desain instalasi, perhitungan teknis kapasitas filtrasi, serta penentuan titik pemasangan yang strategis dan mudah diakses masyarakat.

Memasuki pekan kedua, sambungnya, mahasiswa melakukan persiapan lokasi, pembangunan pondasi dan rangka penopang tangki, instalasi jaringan perpipaan, serta perakitan komponen utama sistem seperti tabung filtrasi bertingkat, unit sedimentasi, pompa, dan modul kontrol hybrid. Setelah seluruh komponen terpasang, dilakukan uji coba operasional dan pengujian kualitas air hasil olahan untuk memastikan sistem berjalan optimal.

Dua unit Smart Water Treatment Hybrid System dipasang pada dua mitra berbeda. Untuk Kelompok PKK yang diwakili Muhajir, instalasi difokuskan pada area yang menunjang kebutuhan domestik masyarakat.

“Sistem ini mendukung penyediaan air bersih untuk aktivitas rumah tangga dan sanitasi keluarga. Mahasiswa memberikan pelatihan teknis kepada anggota PKK mengenai pengoperasian, pembersihan media filter, serta perawatan berkala,” ujarnya.

Sementara itu, satu unit lainnya diperuntukkan bagi Kelompok Pemuda yang diwakili Feri. Instalasi dilakukan di lokasi kegiatan kepemudaan dan sosial desa. Selain pemasangan, mahasiswa juga melakukan simulasi penggunaan serta pendampingan manajemen pengelolaan air agar kelompok Pemuda mampu menjadi penggerak utama dalam menjaga keberlanjutan sistem.

Dr. Nasruddin menyampaikan bahwa program ini menjadi bentuk nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun ketahanan lingkungan berbasis inovasi teknologi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Kementerian Diktisaintek melalui program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 atas dukungan pendanaan dan kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Samudra atas fasilitasi dan komitmen kelembagaan, serta kepada seluruh tim dosen dan 50 mahasiswa yang telah berkontribusi penuh selama kegiatan berlangsung.

Perwakilan PKK dan Pemuda juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim dosen dan mahasiswa Universitas Samudra yang ikut terlibat bahkan membantu proses pemulihan pascabanjir di Desa Tualang Baro. Kehadiran dua unit sistem pengolahan air tersebut dinilai sangat membantu masyarakat pesisir Tualang Baro dalam memperoleh akses air bersih secara lebih aman dan berkelanjutan pascabanjir.

“Melalui integrasi inovasi teknologi dan pemberdayaan sosial selama 20 hari kegiatan kedepan, Universitas Samudra kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang responsif dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang,” imbuhnya.(Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |