Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan e-commerce asal China, Temu dan Shein, yang dikenal dengan produk murahnya, tak bisa lagi menjajakan produk terjangkau di Eropa. Otoritas setempat mengumumkan pemberlakukan bea masuk bagi paket e-commerce dengan nilai rendah.
Uni Eropa menerapkan biaya tambahan 3 euro (Rp61 ribu) per barang untuk paket seharga di bawah 150 euro (Rp3 jutaan) yang masuk ke kawasan tersebut. Kebijakan akan mulai dilakukan Juli 2026 mendatang.
Kebijakan ini diberlakukan karena adanya peningkatan barang e-commerce yang masuk ke Uni Eropa. Sebelumnya, paket murah tidak dibebankan bea cukai
"Bea masuk baru ini akan membantu melindungi daya saing bisnis Eropa dengan menyamakan kedudukan e-Commerce dan ritel tradisional," jelas pihak Uni Eropa, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (24/6/2026).
Sebagai catatan, kebijakan sementara hanya akan menyasar untuk paket dari negara ketiga. Akan ada penerapan terpisah mengenai biaya penanganan Uni Eropa untuk paket e-commerce.
Biaya penanganan ini, pihak Uni Eropa menjelaskan akan mengimbangi peningkatan biaya yang ditanggung otoritas bea cukai dalam mengawasi arus paket.
Ide soal biaya penanganan telah diperkenalkan dalam proposal Juni 2025 lalu. Hingga kini masih ada negosiasi soal isi dan tanggal kebijakan akan mulai diterapkan.
"Sesuai mandat Dewan, biaya penanganan seharusnya mulai berlaku pada November 2026. Isi dan tanggalnya tengah dinegosiasikan antara Dewan dan Parlemen untuk trilog usulan reformasi bea cukai yang sedang berlangsung," pungkas lembaga tersebut.
(fab/fab)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































