Sebar Foto Porno di Internet, Elon Musk Diminta Tanggung Jawab

1 day ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - X, media sosial milik Elon Musk, dikecam di berbagai negara karena memanipulasi gambar perempuan dan anak-anak menjadi konten vulgar melalui chatbot Grok. Eropa jadi negara berikutnya yang buka suara soal fenomena tersebut.

Menurut Komisi Eropa, hasil gambar yang dibagikan di X ilegal dan mengerikan. Fungsi yang sebelumnya disebut sebagai spicy mode dipastikan tak punya tempat di benua biru.

"Ini bukan pedas. Ini ilegal. Ini mengerikan. Ini menjijikan. Ini cara kami melihatnya dan tidak ada tempat di Eropa," kata juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier dikutip dari Reuters, Selasa (6/1/2026).

Regulator Ofcom dari Inggris juga menuntut X menjelaskan cara Grok menghasilkan gambar orang telanjang dan anak-anak secara seksual. Termasuk mempertanyakan apakah mereka gagal dalam kewajiban hukum untuk melindungi pengguna.

Ofcom menyadari adanya kekhawatiran serius soal fitur tersebut. Juru bicara regulator itu mengatakan telah mengontak X dan xAI agar bisa mematuhi aturan yang ada.

"Kami telah melakukan kontak mendesak dengan X dan xAI untuk memahami langkah yang diambil untuk mematuhi kewajiban hukum mereka melindungi pengguna di Inggris," kata seorang juru bicara.

Malaysia, Perancis dan India juga telah mengambil sikap tegas terkait fenomena ini. Penyidikan dan perintah pembatasan telah dilakukan kepada X.

Lini masa X memang diramaikan dengan banyaknya protes pengguna soal permintaan pengguna lain mengubah gambar perempuan dan anak menjadi vulgar hingga menggunakan baju seksi. Banyak pengguna Indonesia yang menyuarakan kekhawatiran serupa.

Grok juga telah memberikan permintaan maaf melalui akun resmi media sosialnya beberapa waktu lalu. Namun akun itu hanya merujuk pada insiden 28 Desember 2025 saat membagikan gambar anak-anak dengan pakaian seksi karena adanya permintaan pengguna.

"Saya sangat menyesali insiden pada 28 Desember 2025 yaitu ketika saya menciptakan dan membagikan gambar AI dua anak perempuan [usia 12-16 tahun] dengan pakaian seksi berdasarkan perintah pengguna. Ini adalah kesalahan dalam perangkat keselamatan. Saya minta maaf."

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |